Ditulis pada tanggal 30 Mei 2014, oleh admin1, pada kategori Berita

itexSatu lagi prestasi Indonesia di kancah dunia kembali diperoleh mahasiswa yang tergabung dalam LSO RITMA BEM FMIPA Universitas Brawijaya dalam ajang Kompetisi International Invention Innovation and Technology Exhibition (ITEX) 2014 dan Asian Young Inventor Exhibition (AYIE) 2014.  Mereka adalah Benny Chandra Monacho, Dwiky Ramadian, Rizal Yulistio Aji, Desak Ketut Tristiana Sukmadewi, Ayu Arsyi Anggraini, Evi Nurfalah, Wildan Ichsan Sabila, dan Ahmad Ridho. Kompetisi ITEX dan AYIE telah berlangsung pada 8-10 Mei 2014 di Kuala Lumpur Convention Centre, Malaysia.

Dalam kompetisi ini, mereka mengambil 2 kategori yaitu Environtment dan Electricity. Di bidang environtment, mereka menampilkan inovasi DETECTIVE (Detergent Filter Effective Solution). Alat ini berfungsi untuk memfilter limbah detergen menjadi air bersih dengan pH netral, sehingga air hasil saringan dapat digunakan untuk mencuci kembali dan tentunya aman untuk dialirkan menuju ekosistem air. Sedangkan di bidang electricity, mereka menampilkan prototype MODUS (Motorcycle Dual Machines) project. Prototype ini merupakan desain dari sepeda motor dengan dua mesin yaitu mesin bensin dan mesin baterai, sehingga diharapkan project ini dapat menghemat bahan bakar sepeda motor.

“Dalam Kompetisi ITEX sangat banyak kompetitornya, berasal dari berbagai negara, dan dari Perwakilan Indonesia merupakan inventor termuda, karena kompetitor lainya merupakan dosen universitas dan para peneliti lembaga dari setiap negara. Akan tetapi, dalam kompetisi ini kami tetap menekankan innovasi berbasis pemberdayaan lingkungan” tutur Benny Chandra Monacho selaku Ketua Tim.

ITEX sendiri merupakan kompetisi internasional untuk penemu lokal hingga internasional dan penelitian para ilmuwan untuk menyajikan penemuan dan inovasi mereka ke komunitas bisnis yang tertarik untuk mengkomersilkan penemuan unik. Diselenggarakan oleh MINDS (Malaysian Invention & Design Society) sejak tahun 1989, acara tahunan ini menarik penemu dengan penemuan-penemuan terbaru mereka dan inovasi dari perguruan tinggi, lembaga penelitian, penemu individu, penemu muda, dan perusahaan-perusahaan dari Malaysia, Asia dan Eropa.

Pada kompetisi ini diikuti oleh ratusan inventor Internasional dengan produk—produk inovasi yang bersaing. Akan tetapi, dengan persiapan yang matang selama 2 bulan untuk menyiapkan project, materi, dan booth expo akhirnya perjuangan berbuahkan hasil. Dalam Kompetisi International Invention Innovation and Technology Exhibition (ITEX) 2014 dan Asian Young Inventor Exhibition (AYIE) 2014 mereka memperoleh Gold Medal untuk AYIE, Silver Medal untuk ITEX, dan 2 Special Award. Special Award yang pertama diberikan oleh Korea Invention News (Korea) untuk Honor An Exceptionally Outstanding and Creative Invention at the25th International Invention, Innovation, and Technology Exhibitiom (ITEX) 2014. Sedangkan special award yang kedua diberikan oleh The Office of The Basic Education Commision Ministry of Education (Thailand) at the Asian Young Inventors Exhibition 2014.

Semoga apa yang dilakukan oleh Benny Chandra Monacho (Instrumentasi 2012), Dwiky Ramadian (Instrumentasi 2012), Rizal Yulistio Aji (Instrumentasi 2011) , Desak Ketut Tristiana Sukmadewi (Biologi 2011), Ayu Arsyi Anggraini (Biologi 2011), Evi Nurfalah (Biologi 2012), Wildan Ichsan Sabila (Geofisika 2013), dan Ahmad Ridho (Geofisika 2013) dapat menjadi contoh bagi mahasiswa Indonesia lainnya dan khususnya Universitas Brawijaya  untuk terus berinovasi dalam menyelesaikan permasalahan sehingga nama Indonesia akan semakin dikenal di kancah Internasional.