Ditulis pada tanggal 20 Mei 2013, oleh Adm Akd, pada kategori Berita, Info Kepegawaian

Lokakarya Penilaian Angka Kredit 4Sebagai tindak lanjut hasil evaluasi dari Badan Pertimbangan Senat (BPS) Universitas Brawijaya terhadap masalah yang mendera UB dalam masa 4 tahun terakhir terkait dengan usul kenaikan jabatan dosen ke Guru Besar, pada tanggal 20 Mei 2013 UB mengadakan Lokakarya Penilaian Angka Kredit Jabatan Fungsional Dosen di lantai 8 Gedung Rektorat. Lokakarya ini mengulas permasalahan tentang banyaknya usulan kenaikan jabatan ke Guru besar yang dikembalikan/ditolak oleh DIKTI. Selama tahun 2010 – Maret 2013 hanya 4 orang dari 28 orang yang diusulkan yang lolos menjadi Guru Besar. Tujuan dari Lokakarya ini antara lain meningkatkan wawasan dan pengetahuan tim penilai angka kredit ditingkat Fakultas dan Universitas tentang seluk beluk dan substansi angka kredit dan cara penilaiannya, melakukan penyamaan persepsi antara penilai angka kredit tingkat Fakultas, Universitas dan pusat (DIKTI) dan memperkecil jumlah usulan kenaikan jabatan ke Guru Besar yang dikembalikan oleh DIKTI. Sebagai pemateri dalam acara lokakarya ini  Prof. Dr. Ir. Yanuarsyah Haroen, anggota tim penilai angka kredit (PAK) untuk kenaikan jabatan tingkat pusat (DIKTI) dan Prof. Dr. Ir. Bambang Goeritno yang menjabat ketua BPS UB. Dalam penjelasannya, Yanuarsyah menyarankan agar tim PAK UB terutama peer review dari Fakultas untuk lebih cermat dan teliti dalam menilai karya ilmiah dosen terutama aspek redaksional dan kualitas jurnal maupun buku. Untuk melihat kualitas jurnal, Yanuarsyah mendemonstrasikan cara menelusuri justifikasi jurnal di web sehingga diketahui apakah jurnal tersebut sudah terindeks (scopus, thomson, dan sebagainya) atau tidak untuk jurnal berskala internasional. Dalam acara dialog yang dipandu Prof. Dr. Ir. Hendrawan Soetanto sebagai moderator, terungkap bahwa banyak karya ilmiah dosen dipublikasikan di jurnal yang tidak berkualitas, terdeteksi adanya plagiasi, serta perbedaan nilai yang agak jauh antara hasil penilaian peer review universitas dengan tim PAK Dikti. Sehubungan dengan hal tersebut, Dikti diminta untuk membuat pedoman penilaian angka kredit untuk bidang B (Penelitian) dengan butir-butir yang standar secara nasional. Sementara hal penting lainnya adalah masa berlakunya Permenpan Nomor 17 Tahun 2013 tentang kenaikan jabatan fungsional dosen. Menjawab pertanyaan tersebut Yanuarsyah mengatakan belum jelas secara teknis masa berlakunya Permenpan tersebut, namun pemberlakuan efektif Permenpan bisa jadi dilaksanakan pada bulan Agustus 2013.

Acara ini diikuti oleh Anggota Badan Pertimbangan Senat Untuk Jabatan Guru Besar Dan Gelar Kehormatan, Anggota penilai angka kredit  jabatan fungsional dosen tingkat Fakultas, Anggota penilai angka kredit  jabatan fungsional dosen tingkat Universitas, Tim Koordinasi dan Pemantauan Program Percepatan  Guru Besar dan Tim Peningkatan Publikasi Internasional Karya Ilmiah Dosen UB. Dari FMIPA UB hadir Pembantu Dekan II, seluruh Ketua Jurusan (Biologi, Kimia, Fisika dan Matematika), serta Pengelola Jurnal Natural A dan Natural B, jurnal terbitan FMIPA UB.