Ditulis pada tanggal 20 Mei 2013, oleh Adm, pada kategori Dekanat Note

PD2 edit01

Panta Rhei, kata Herakleitos, semuanya mengalir, semuanya berubah. Dahulu seorang sarjana bisa menjadi profesor, lalu peraturan berubah, seorang profesor harus doktor. Sekarang, dengan launching Permenpan Nomor 17 Tahun 2013 yang sekaligus membekukan Kepmenwasbangpan Nomor 38 Tahun 1999 yang mengatur tentang Jabatan Fungsional Dosen dan Angka Kreditnya melahirkan sebuah babak baru bagi masa depan dan karir dosen. Bayangkan seorang Lektor Kepala harus doktor (pasal 26 ayat 3) dan usul kenaikan jabatan dosen baru bisa dilakukan setelah menjalani masa 4 tahun dalam jabatan terakhirnya (pasal 26, 1b), ditambah lagi bagi dosen berjenjang magister dan kemudian studi lanjut maka pengajuan kenaikan jabatan fungsional dari Lektor Kepala ke Guru Besar baru dapat dilakukan setelah 3 tahun dari perolehan ijasah S3-nya. Inilah musim paceklik bagi dosen yang tidak dapat lagi mengajukan kenaikan jabatan fungsionalnya dalam waktu kurang dari 4 tahun secara reguler sebagaimana tahun-tahun sebelumnya kecuali bagi dosen yang menunjukkan prestasi luar biasa. Nampaknya kita harus mengambil hikmah dari peraturan yang baru ini untuk mempersepsikan kualitas yang lebih tinggi dalam jabatan fungsional para dosen yang notabene adalah gurunya guru, gurunya mahasiswa, walaupun tunjangan fungsional dosen selain tunjangan kehormatan masih teramat kecil dibandingkan dengan tuntutan kualitas saat ini. [PD-II FMIPA UB].