Ditulis pada tanggal 29 Januari 2014, oleh Adm, pada kategori Dekanat Note

PD 2a

Isu hangat yang berkembang saat ini adalah remunerasi PNS di lingkungan Kemendikbud. Remunerasi ini secara yuridis telah dituangkan dengan Perpres Nomor 88 Tahun 2013 dan Permendikbud Nomor 107 Tahun 2013 dalam bentuk pemberian tunjangan kinerja bagi PNS. Namun jauh sebelumnya yaitu pada tahun 2011, pemerintah telah menerbitkan PP Nomor 46 Tahun 2011 tentang Penilaian Prestasi Kerja PNS yang disingkat P2KP sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah untuk mengukur dan meningkatkan unjuk kerja PNS sebelum diberikan remunerasi. P2KP pada dasarnya adalah pengganti DP-3 yang dianggap tidak “mempan” untuk mengikat PNS dalam sistem unjuk kerja yang diharapkan sehingga diperlukan sistem penilaian baru yang dapat mengukur secara kuantitatif dan tidak “vested interest” dari kinerja seorang PNS. Komponen yang ada dalam P2KP meliputi Sasaran Kerja Pegawai (SKP) dengan bobot 60% dan Perilaku Kerja dengan bobot 40%. Penilaian dilakukan oleh pejabat penilai yang notabene adalah atasan langsung dari pegawai yang dinilai sehingga SKP berfungsi pula sebagai semacam “Kontrak Kerja” antara atasan dan bawahan.

Tentu tidak mudah melaksanakan P2KP mengingat ada beberapa prasyarat yang harus dipenuhi oleh institusi seperti standar struktur organisasi, tugas pokok dan fungsi pegawai, target-target kerja dan yang pasti sebuah “obyektifitas” untuk melindungi dari deviasi yang mungkin terjadi. Deviasi yang dimaksudkan adalah ketidakmampuan atasan langsung menilai bawahannya secara benar, sikap tidak berani atasan langsung untuk menilai penyimpangan atau ketidaktercapaian target, ketidaksesuaian penilaian perilaku kerja selama periode 1 tahun kerja. Bagaimanapun P2KP masih memerlukan instrumen lainnya untuk mendukung obyektifitas seperti quisioner, pendapat dari user dan semacamnya. Memang harus terjadi perubahan mindset yang cukup radikal untuk mendasari momentum ini, karena kalau tidak, P2KP akan hanya menjadi tabel isian tanpa arti dan kembali lagi ke bentuk reinkarnasinya : DP-3 ! (Pembantu Dekan II FMIPA UB).