Jumlah Penelitian per jurusan dalam kurun waktu 3 tahun terakhir

Grafik Penelitian

Dana Penelitian per jurusan dalam kurun waktu 3 tahun terakhir

Dana

Kegiatan penelitian yang dilakukan secara terintegrasi merupakan satu bentuk kegiatan akademik yang terkait langsung dengan PBM. Dengan demikian berbagai kegiatan penelitian yang dilakukan bersesuaian dengan bidang keahlian (kompetensi) yang dimiliki oleh dosen dalam tugas-tugas akademiknya. Penelitian yang dilakukan oleh dosen FMIPA segaris dengan penelitian yang ada ditingkat universitas maupun nasional. Di FMIPA telah dikembangkan roadmap penelitian yang melingkupi kajian bidang energi, biodivervitas, ketahanan pangan, sumberdaya alam, teknologi informasi, transportasi, mitigasi bencana dan medis yang sangat sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini dan relevan dengan perkembangan ilmu serta disiplin ilmu ke MIPA an. Kebijakan pemanfaatan dana DPP/SPP untuk kegiatan penelitian mulai tahun 2009 ditujukan untuk pengembangan payung penelitian dimasing-masing jurusan dan program studi sesuai dengan fokus pengembangan terkait dengan disiplin ilmunya yang dituangkan dalam roadmap penelitian. Topik penelitian ditentukan secara mandiri oleh kelompok peneliti sesuai dengan roadmap penelitian yang akan dilakukan sesuai bidang keilmuannya. Fakultas memberikan batasan pada visi dan misi Fakultas. Dengan demikian topik-topik penelitian akan sesuai dengan visi dan misi dan bidang yang menjadi fokus pengembangan fakultas. Selain memperkuat tingkat kompetensi pada bidang kajiannya, dana DPP/SPP juga dapat diperan gandakan sebagai inisiator untuk memperoleh pendanaan penelitian yang lebih besar serta dalam konteks pembinaan dosen dalam penelitian. Dengan dikembangkannya kebijakan pengembangan roadmap penelitian, maka masingmasing dosen telah memiliki agenda penelitian baik secara individu maupun dalam kelompok penelitiannya. Dengan roadmap yang ditetapkan maka agenda penelitian dapat dimonitor kesesuaiannya antara perencanaan roadmap dan pelaksanaan. Kebijakan penentuan roadmap dalam payung penelitian dipandang mampu beradaptasi dengan perkembangan iptek dan dapat mengakomodasi adanya pemikiran-pemikiran baru penelitian. Dengan agenda penelitian dalam roadmap penelitian, adanya fakta-fakta dan informasi baru dapat diakomodasikan untuk selanjutnya dipergunakan sebagai upaya peningkatan roadmap penelitian. Hal ini difahami sebagai konsekuensi bahwa hasil penelitian dan pengembangan ilmu merupakan suatu pola building block yang bersifat dinamis. Namun dengan penetapan roadmap maka dinamika perkembangan yang dilakukan akan tetap memiliki alur pengembangan yang memiliki arah dan target. Agenda penelitian jangka panjang diwujudkan oleh masing-masing program studi dalam bentuk roadmap penelitian. Pelaksanaan dari bagian-bagian roadmap dilakukan melalui pelaksanaan per tahun melalui dana DPP/SPP dan melalui dana-dana hibah yang lain. Sebagai pertanggung jawaban atas kegiatan penelitian yang dilakukan, dosen diwajibkan untuk membuat laporan penelitian dan publikasi dari hasil kegiatan penelitian yang dilakukan. Evaluasi atas capaian kerja dari kegiatan penelitian pertahun dilakukan melalui proses monev dan proses review. Presentasi hasil-hasil penelitian dilakukan oleh penelliti sebagai bagian dari pertanggung jawaban dan dalam upaya penjaminan mutu penelitian. Kebijakan untuk menuntut adanya publikasi melalui seminar maupun dalam jurnal telah mendorong tumbuh kembangnya budaya publikasi. Selain sebagai upaya untuk turut serta menjamin akuntabilitas dan kredibilitas penelitian, dengan publikasi dapat diperoleh manfaat sebagai media promosi keahlian peneliti. Ketersediaan website portofolio dosen yang didalamnya juga berisi tentang kegiatan penelitian dan publikasi dosen juga membantu penyebaran informasi dan pertanggung jawaban kegiatan dosen dalam penelitian dan publikasi. Untuk menjamin produktivitas penelitian pada masing-masing program studi/jurusan disusun kebijakan yang mewajibkan adanya keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan penelitian dosen.Pola pengalokasian anggaran penelitian yang dikaitkan secara erat dengan roadmap penelitian menempatkan proporsionalitas kegiatan dan prestasi dari masing-masing kelompok peneliti pada roadmap terkait dan ketersediaan sumberdaya yang ada. Monitoring produktivitas dilakukan dengan pengembangan instrument EWMP (beban kerja dosen) yang didalamnya termuat adanya kewajiban pelaksanaan kegiatan penelitian. Pada sisi lain dengan ketersediaan sistem informasi portofolio dosen juga ikut mendorong dosen untuk lebih produktif karena secar luas akan terekpos. Fakultas juga terus mendorong dan memfasilitasi agar dosen secara giat ikut berkompetisi dalam memperoleh dana hibah penelitian. Penyebaran informasi ketersediaan sumber dana dari luar secara aktif dilakukan oleh fakultas melalui berbagai media komunikasi. Upaya menjalin kerjasama dengan institusi-institusi di dalam negeri, luar negeri dan juga jejaring dengan stake holders lain (Pemda, Perusahaan, instansi pemerintah lain) terus dilakukan sehingga juga ikut mendorong dijalankannya kegiatan penelitian yang berkesinambungan. Kewajiban melakukan kegiatan penelitian bagi dosen tersertifikasi secara langsung juga ikut membantu kebijakan fakultas dalam mendorong produktifitas penelitian. Penyediaan sumber dana penelitian internal yang terus ditingkatkan jumlahnya juga ikut menjamin peningkatan produktivitas penelitian. Monitoring dalam pelaksanaan dan pelaporan hasil serta pertanggung jawabannya dilakukan secara melekat melalui mekanisme monitoring yang telah disepakati. Dilihat dari ketersediaan dana penelitian sebesar 30% dari keseluruhan dana fakultas, nampak bahwa sumber dana penelitian bagi dosen tersedia dengan baik. Dana-dana ini tersedia melalui berbagai skema pendanaan dan tersebar di berbagai kelompok peneliti. Sistim investasi dan pengembangan sarana/fasilitas dilakukan secara transparan dan dilaksanakan oleh panitia pengadaan dengan memperhatikan kebutuhan yang didasarkan permintaan jurusan. Panitia pengadaan memiliki otonomi dalam mekanisme pengadaan. Mekanisme pengembangan dilakukan dengan mengacu pada visi dan misi serta kebutuhan pengembangan melalui perencanaan.Tiap-tiap laboratorium dan bidang kajian merencanakan pengembangan peralatan yang selanjutnya disusun sebagai suatu rencana kebutuhan pengembangan. Penyusunan rencana investasi dan pengembangan sarana prasarana/fasilitas tiap tahun dilakukan melalui rapat kerja dan rapat senat. Rapat kerja fakultas MIPA dihadiri oleh pimpinan fakultas, para Guru Besar, ketua & sekretaris jurusan, ketua program studi (Pascasarjana, Sarjana, Diploma), ketua laboratorium, ketua workshop, GJM, KTU, dan para kasubag. Produk yang dihasilkan adalah Rencana anggaran dan program kerja FMIPA untuk tahun anggaran yang akan datang (Rapat kerja tahun ini menghasilkan rencana anggaran dan program kerja FMIPA untuk Tahun anggaran berikutnya). Hasil rapat kerja selanjutnya dipresentasikan di dalam rapat senat Fakutas MIPA untuk menyempurnakan rencana investasi dan pengembangan tersebut. Dalam pelaksanaan rencana investasi dan pengembangan, panitia pengadaan di tingkat fakultas melibatkan personil jurusan sebagai panitia ad hoc. Implementasi pengadaan peralatan mengikuti peraturan yang ada terkait dengan sumber pendanaan yang dipergunakan. Untuk dana-dana APBN dan PNBP mengikuti Kepres 80 tahun 2003. Sedangkan untuk pendanaan dari hibah (PHK) mengikuti aturan yang dipergunakan (aturan pemerintah atau atauran dari lembaga/pemerintah donor). Sistim investasi dan pengembangan sarana prasarana/fasilitas disusun dengan cermat secara bersama antara Fakultas dan Jurusan dan tertuang dalam renstra fakultas yang berlaku sampai tahun 2011. Secara detail rencana investasi dituangkan dalam rencana anggaran tahunan yang selalu dibahas melalui rapat jurusan, fakultas dan senat. Untuk menjamin transparansi, dokumen rencana investasi tersedia dan dapat diakses oleh sivitas akademika yang berhak. Jejaring kerasama penelitian juga terus dikembangkan baik secara individu oleh dosen maupun dalam kerangka kelembagaan dibawah unit P3M di tingkat fakultas. Upaya promosi ke pengguna luar dan penjalinan kerjasama terus dikembangkan baik dengan pemerintah daerah, swasta, lembaga-lembaga penelitian maupun lembaga atau departemen teknis pemerintah yang lain serta institusi-institusi pendidikan dan penelitian di tingkat internasional. Kebijakan sabbatical leave, dorongan untuk mengikuti PAR, keterlibatan dosen dalam kegiatan post doctoral research juga merupakan suatu bagian kebijakan untuk meningkatkan jejaring penelitian di tingkat internasional