Ditulis pada tanggal 24 Agustus 2014, oleh Awal Budi N, pada kategori Berita

20140405_090604Lima orang mahasiswa program studi statistika FMIPA Universitas Brawijaya, Dessy Purnama Sari, Fitri Nor Maulidya, Windy Antika Antis Watin, Nina Milasari, dan Amirul Mukhlishin membantu siswa SD BSS memahami pelajaran melalui permainan edukatif Otak Atik Otak atau Tak Tik Tak.

Dikatakan Dessy bahwa awal mula dibuatnya Tak Tik Tak tercetus ketika berdiskusi dengan guru SD BSS,  berdasarkan diskusi tersebut diketahui bahwa siswa SD BSS sering mengalami kesulitan dalam belajar khususnya dalam penerapan kurikulum 2013. “Berdasarkan kurikulum 2013, siswa dituntut untuk aktif, kreatif, dan interaktif. Oleh karena itu, kita menciptakan permainan yang bisa menjadikan siswa lebih mudah memahami pelajaran dan menumbuhakan jiwa sosial siswa,”kata Dessy.

Dikatakan Windy, papan permainan Tak Tik Tak terinspirasi dari mainan monopoli. Tak Tik Tak memiliki petak yang berisi wisata edukatif  di Indonesia yang dilengkapi kartu hak milik, jika pada permainan monopoli ada dua jenis kartu, yaitu kesempatan dan dana umum, maka pada Tak Tik Tak ada lima level berdasarkan tingkatannya. Masing-masing level berisi 15 pertanyaan pelajaran tematik serta terdapat kartu idea. Prosedur permainan Tak Tik Tak juga berbeda dengan monopoli, setelah melempar dadu pemain harus menjawab soal pelajaran tematik terlebih dulu sebelum melangkah, apabila pemain menjawab benar maka pemain boleh melangkah begitu seterusnya.

20140710_144006“Pertanyaan di kartu level pertama akan berbeda tingkat kesulitannya jika dibandingkan pada kartu level kedua, ketiga, keempat, dan kelima. Semakin tinggi tingkatannya, maka pertanyannya akan semakin sulit,”kata Fitri menambahakan.

Selain lima kartu tersebut, terdapat juga kartu idea yang berisi daftar pertanyaan yang tingkatannya paling sulit dibanding yang lainnya.

“Setiap pemain yang bisa menjawab satu pertanyaan akan mendapat hadiah berupa uang yang nilainya tergantung pada level kartunya. Pada kartu idea, hadiah uangnya paling besar karena tingkat kesulitan pertanyaannya juga paling sulit dibanding kartu-kartu pada level satu sampai lima,”kata Amir.

Pada permainan Tak Tik Tak minimal terdiri dari satu bankers dan dua pemain.

Memperkenalkan permainan Tak Tik Tak kepada siswa SD merupakan bentuk kegiatan PKM Pengabdian Masyarakat mahasiswa FMIPA yang akan dikompetisikan pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) XXVII di Semarang.

Mereka mengaku dengan mensosialisasikan permainan Tak Tik Tak kepada siswa SD Brawijaya Smart School (BSS) Malang selama tiga bulan, banyak siswa yang mengalami kemajuan dalam hal memahami pelajaran dan berinteraksi dengan teman.

“Untuk kedepannya, kami tidak hanya membuat dalam bentuk manual, namun juga elektronik game (E-Game) sehingga bisa diaplikasikan oleh semua pihak,”kata Nina. [Oky]