MALANG – Penerima beasiswa BIDIKMISI Universitas Brawijaya menjadi salahsatu lulusan terbaik dalam gelaran wisuda FMIPA XIII (11/8) Adalah Feri Eko Hermanto mahasiswa program studi Biologi yang lulus dengan IPK 3.88. Feri panggilannya, mendapatkan beasiswa bidikmisi selama menempuh masa studi.
“Awalnya saya mengira tidak bakal diterima di Perguruan Tinggi dan biayanya pasti akan mahal. Tapi ternyata ada beasiswa bidikmisi juga bagi yang kurang beruntung secara ekonomi,” ujar Feri putra Ngaderi seorang buruh tani asal Pakis Kab. Malang.

Ia juga mengatakan, meskipun tak mampu secara ekonomi namun pintu untuk melanjutkan studi terbuka lebar melalui beasiswa.

Menurut alumni MAN Tambakberas Jombang kelahiran 13 Februari 1996 ini, biaya pengobatan penyakit kanker sangatlah mahal. Hal inilah yang menjadi alasan untuk mencari alternatif solusi dalam penelitiannya. Feri pun mengambil judul “Potensi Meniran dan Temu Putih untuk Stres Oksidatif dan Sitokin Pro Inflamasi Limfa pada Mencit model Kanker Payudara” dengan bimbingan Drs. Aris Soewondo, M.Si. dan
Prof. Muhaimin Rifa’i, S.Si., Ph.D. Med.Sc.

Dalam penelitiannya, ia mengambil 3 kelompok Mencit betina usia 7-8 minggu dengan berat 25-30 gram.
Dengan memberi Cheral / resep ramuannya pada Mencit sakit dengan dosis tertentu setiap harinya, maka dalam waktu 14 hari tampak hasil yang berbeda. Kelompok Mencit yang memiliki potensi kanker kondisinya membaik seperti kelompok yang sehat.

“Harapan saya ada obat kanker yang murah”, ujarnya

Walaupun penelitiannya memiliki hasil memuaskan, namun untuk menjadi obat harus melalui uji Pra klinis pada manusia [yogie].