Pekan ini (21-25 Januari 2019), Dekan FMIPA UB, Drs. Adi Susilo, M.Si., Ph.D bersama peneliti dan MalangTIMES melaksanaan penjelajahan yang dinamakan Ekspedisi Malang Purba. Ekspedisi ini difokuskan untuk mengetahui potensi yang ada di Kota Malang dengan mengungkap ‘sejarah sains’, Kabupaten Malang dan Kota Batu. Selain itu, kegiatan ini juga didukung karena kurangnya literasi mengenai keadaan asal usul daerah malang yang ada.

Kegiatan dimulai dari Kota Malang, Tim mendapatkan informasi bahwa Kota Malang dulunya merupakan lereng gunung. Karena mendapatkan lahar dari gunung Arjuna dan Wilerang, wilayah Kota Malang menjadi dataran tinggi. Hal ini dikuatkan dengan bukti adanya pasir yang ditemukan saat menggali tanah sedalam tiga belas meter.

Daerah Kota Batu dan Pujon – hampir sama seperti Kota Malang – menjadi dataran tinggi karena lahar dari letusan gunung berapi. Selain dari gunung Arjuna dan Wilerang, daerah ini mendapatkan lahar dari gunung Panderman, gunung Kawi dan gunung Butak. Selain itu, adanya sumber air panas membuktikan bahwa daerah Kota Batu dan Pujon dekat dengan lava gunung berapi.

Daerah Kabupaten Malang bagian selatan, dulunya merupakan pegunungan api yang berada di dalam lautan. Daerah ini banyak dijumpai karang dan fosil ikan. Berbeda dengan daerah Kota Malang, Pujon, dan Kota Batu yang baru berusia 5 juta tahun, Pegunungan di daerah Malang selatan memiliki usia yang cukup tua, 19-20 Juta tahun yang lalu.

Berita ini juga diliput oleh MalangTIMES. Sumber Gambar: MalangTIMES