Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) menggelar The 9th International Basic Science Conference (IBSC) 2019 di Universitas Brawijaya (UB). Konferensi dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor I bidang Akademik Prof.Dr. Aulanni`am, drh. DES di aula gedung Widyaloka Universitas Brawijaya, Rabu (20/3/2019).

Konferensi Internasional yang mempertemukan para pakar di bidang basic science atau ilmu-ilmu dasar ini diikuti oleh 389 peneliti terdiri dari 232 presentasi oral dan 109 paparan penelitian berbentuk poster. Selama dua hari (20-21/3), para peserta yang berasal dari perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia, bahkan dari luar negeri, akan bertukar pengalaman dan berdiskusi mengenai penelitian yang telah dilakukan. Pertemuan ini bertujuan untuk mempromosikan pertukaran timbal balik antara ilmuwan dan juga para ahli, untuk mendiskusikan ide-ide inovatif dalam penelitian ilmiah, dan untuk mengatasi masalah kontemporer melalui penerapan pengetahuan yang muncul dari sains. Ruang lingkup konferensi ini adalah penelitian dasar dan terapan dalam bidang kimia, biologi, fisika, dan matematika.

Dalam sambutan pembukaannya, Wakil Rektor I UB menyambut undangan, yaitu para Keynote Speaker, Invited Speaker dan peserta yang berasal dari 7 negara, antara lain Indonesia, Malaysia, China, Thailand, Jepang, Libya dan India. Beliau mengapresiasi inisiatif FMIPA untuk menggelar konferensi yang mempertemukan para pakar basic science dari Indonesia dan luar negeri.

“Pertemuan seperti kali ini dapat menjadi wahana bagi para peneliti untuk saling tukar pengalaman dan diharapkan menjadi awal untuk menjalin kolaborasi penelitian yang lebih luas lagi menyambut era Industri 4.0”, ujarnya.

 

 

 

 

 

Sementara itu, ketua panitia 9th Basic Science 2019, Anna Safitri, S.Si., M.Sc., Ph.D, menjelaskan konferensi kali ini mengusung tema Recent Advances in Basic Science toward 4.0 Industrial Revolution.  “Enjoy 9th Basic Science and have fun during this conference”, sambutnya. Panitia mempersiapkan 8 ruang yang akan digunakan untuk presentasi oral dan 1 hall untuk poster paparan penelitian. Peserta Basic Science dari Indonesia berasal dari UB, ITS, UI,UNS, UNAIR, IPB, UGM, UM, BATAN, UNEJ, ITB, PERTAMINA, UNIB, UNITRI, UNRAM, UNRI, UPR, Dell Institute, IAIN Purwokerto, INS Padang, Poltek Lampung, LIPI, PGRI Bali, ST Geofisika, STIS, UIN Maliki, UNHALU, UNHAS, UNJ, UNPAR, UNY, UPN Yogyakarta, UKI, Universitas Batanghari, Universitas PAPUA, UNMUL, UNNES, dan UNPATTI.

Di hari pertama pelaksanaan konferensi (20/3) hadir pembicara utama adalah pakar Sintesis Polimer Kimia Prof. Nikos Hadjichristidis dari King Abdullah University of Science and Technology, Kingdom of Saudi Arabia,  Prof. Hideki Okamoto, dari Okayama University, JAPAN, Prof. Roswanira Abdul Wahab dari Malaysia University of Technology, MALAYSIA,  Pakar Sensor Dr. Satria Zulkarnaen Bisri dari RIKEN Center for Emergent Matter Science, JAPAN, Pakar Biologi Dr. Lakha Salaipeth dari King Mongkut’s University of Technology Thonburi, THAILAND, Pakar Kimia Dr.rer.nat. Rino M Mukti dari Bandung Institute of Technology, INDONESIA,  serta pakar Matematika Dr. Bagus Sartono dari IPB University, INDONESIA.

Sementara di hari kedua (21/2), yang menjadi invited speaker adalah pakar Statistika Dr. Ani Budi Astuti dari Jurusan Statistika UB, pakar Matematika Dr. Noor Hidayat dari Jurusan Matematika UB, pakar Kimia, Dr Zakiah Mohamed dari Mara University of Technology, MALAYSIA, pakar Biologi Prof. Muh Sasmito Djati, pakar Kimia Dr Sal Prima Yudha S dari Bengkulu University, INDONESIA, dan Dr Sc. Siti Mariyah Ulfa dari Jurusan Kimia UB.

Diakhir acara, Dekan FMIPA mengucap rasa syukur pada Allah dan menyampaikan ucapan terima kasih pada panitia penyelenggara yang telah bekerja keras dan semangat dalam pelaksanaan kegiatan selama 2 hari tersebut, para Keynote Speaker,  Invited Speaker dan seluruh peserta 9th Basic Science 2019.  Beliau berharap dengan adanya kegiatan tersebut dimaksudkan untuk mempromosikan kemajuan terkini dalam bidang ilmu dasar sebagai tren transformatif untuk mengatasi industri revolusi 4.0. “Konferensi ini dihadiri oleh para peneliti dan pakar dari Universitas, lembaga penelitian pemerintah, sektor swasta, dan organisasi non-pemerintah. Pembuat kebijakan atau keputusan di sektor berbasis Sains juga akan mendapat manfaat”, paparnya.  Di akhir sesi, Dekan FMIPA juga berharap agar di konferensi mendatang, para peserta dapat hadir dan berpartisipasi kembali (yogie).