Jum’at (15/11), Fakultas MIPA UB  mengadakan Debat Terbuka mengawali pesta demokrasi tahunan yaitu pemilihan Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) serta Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) atau yang terkenal dengan nama Pemilihan Wakil Mahasiswa (Pemilwa). Debat ini bertujuan untuk menunjukkan gagasan – gagasan yang dimiliki oleh para calon pemimpin yang akan dipilih. Acara dibuka oleh MC pukul 2 siang dan diawali sambutan oleh Dekanat yang diwali oleh Kasubbag Kemahasiswaan, Tri Wahyu Basuki, SE.  Beliau menyampaikan ucapan selamat berjuang untuk para calon Presiden dan wakil BEM juga DPM FMIPA.
“Pesta demokrasi UB ini adalah sarana untuk menjadi latihan kepemimpinan mahasiswa di masa depan”, ujar Tri Wahyu Basuki,SE.
Setelah dibuka oleh MC, acara dilanjutkan dengan penyampian visi dan misi para calon DPM kemudian dilanjutkan dengan calon BEM. Daftar calon DPM FMIPA terdiri dari : (1) M. Nazli Nashri Teknik Geofisika 2017, (2) M. Raihan Ekaputra I. Instrumentasi 2018, (3) Yuniar Ayuningtyas Teknik Geofisika 2018, (4) Richo Tambunan Fisika 2017, (5) Ichda Arini Dinana Biologi 2018, (6) Surani Ulfa Fisika 2017. Adapun calon Calon Presiden dan Wakil Presiden BEM FMIPA adalah (1) Katon Jaya Saputra Kimia 2017  dan Yasinta Almaysuri Biologi 2017 (2) M. Iqna Supriatna Kimia 2017 dan Zidane Ariyandy Statistika 2017.
Debat Calon dibagi menjadi 2 sesi, masing – masing terdiri 5 segmen, pertama adalah pengenalan calon, penyampain visi misi dilanjutkan penyampaian pertanyaan oleh panelis (dalam hal ini pihak dekanat) untuk ditanggapi masing – masing calon. Panitia memberikan waktu 90 detik pada calon untuk menjawab pertanyaan. Segmen ketiga adalah interaksi antar calon yang berisi pertanyaan calon kepada calon yang lain. Segmen berikutnya adalah pemberian pertanyaan pada calon oleh audience dan ditanggapi kembali oleh calon. Segmen terakhir yaitu penyampaian closing statement oleh masing – masing calon dengan waktu 60 detik.
Pertanyaan seputar kemahasiswaan dilontarkan panelis pada para calon. Pertanyaan tersebut mengenai sikap para calon tentang mundurnya beberapa mahasiswa FMIPA dalam beberapa waktu lampau. Pertanyaan berikutnya tentang strategi keaktifan mahasiswa dilingkungan kemahasiswaan.
“Strategi saya untuk tingkatkan keaktifan mahasiswa adalah melakukan branding, perkenalkan manfaat dari setiap aktifitas kemahasiswaan pada mahasiswa terutama maba, presentasi program – program unit aktifitas mahasiswa sehingga informasi lengkap akan didapatkan dan menjadi motivasi dalam berkegiatan di Fakultas MIPA”, ujar Ichda Arini Dinana Biologi 2018 (calon no 5 DPM).
Pertanyaan panelis yang cukup menyedot perhatian para calon adalah tentang kurangnya apresiasi  civitas akademika terhadap aktifitas kemahasiswaan. Hal tersebut berupa kurang lancarnya pencairan dana kegiatan, juga ijin untuk beraktifitas dari dosen pengampu kuliah. Hal ini memang dirasa cukup menghambat mahasiswa dalam mengembangkan keaktifan dilingkungan kampus. Hal ini diungkapkan oleh M. Nazli Nashri Teknik Geofisika 2017 (Calon DPM No.1). Ia menjelaskan bahwa mahasiswa kadang kesulitan meminta ijin untuk tidak masuk kuliah karena mengikuti beberapa kegiatan dikampus.
“Jika civitas akademika mendukung mahasiswa untuk berkegiatan, maka outputnya pasti akan kembali untuk FMIPA, dalam hal ini adalah jika kita menang lomba toh FMIPA ikut bangga dan rating meningkat”, ujar Yuniar Ayuningtyas Teknik Geofisika 2018 (Calon DPM No. 3).
Sebagai rangkain acara PEMILWA dan PEMIRA, debat calon pada kali ini dirasa cukup membantu masyarakat dilingkungan Fakultas MIPA UB untuk mendapatkan informasi yang lengkap dalam menyalurkan aspirasinya pada pesta demokrasi UB (yogie).