Kunjungan Univ. Sebelas Maret (UNS)

Kamis (6/2), Dekan Fakultas MIPA dan segenap jajarannya menyambut kunjungan dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Kota Solo Jawa Tengah di Aula lantai 7 gedung MIPA Center UB. Acara dihadiri pula oleh ketua dan wakil Sekat FMIPA, Prof. Sutiman B. Sumitro, SU.,D.Sc dan Prof. Dr. Ir. Henny Pramoedyo, MS beserta tim BPPM, Kepala TU dan Kasubbag serta Bagian Kepegawaian.

Dalam sambutannya, Ketua Senat memperkenalkan diri dan jajaran pejabat FMIPA UB beserta tim yang hadir. Beliau menyampaikan selamat datang kemudian memaparkan tugas Senat Fakultas secara umum. Dilanjutkan dengan pemaparan tentang program percepatan kenaikan pangkat oleh Wakil Dekan II, Prof. Sukir Maryanto, S.Si.,M.Si.,Ph.D. Beliau mengatakan dalam programnya, tiap tahun terdapat 40 pengusulan kepangkatan. Namun dalam kenyataannya yang di setujui hanya 50% dari jumlah total pengusulan. Hal ini disebabkan beberapa faktor, salah satunya adalah kekurangan persyaratan yang harus dipenuhi.

“FMIPA dinilai paling cepat dalam percepatan kepangkatan di tingkat Universitas”, Ujar Sukir.

 Wakil Dekan II FMIPA UB

Ini merupakan prestasi yang patut dibanggakan, namun dibalik itu terdapat banyak kendala yang rumit dan butuh effort yang cukup kuat. Sukir mengatakan banyak yang telah dilakukan untuk kesuksesan mengurusi kepangkatan di FMIPA UB. Salah satunya dengan menunjuk tim pembimbing untuk dosen yang sudah lama belum urus kepangkatan.

Di sesi diskusi, pihak UNS mempertanyakan tentang beberapa hal antara lain teknik kelola repositori jurnal, loncat jabatan, kegiatan mahasiswa dan kuliah pascasarjana yang tidak linier.

Wakil Dekan III FMIPA UB

Dalam pengelolaan kegiatan kemahasiswaan, Wakil Dekan III, Darjito, S.Si., M.Si memaparkan tentang aktifitas PKM dilingkungan FMIPA UB. Darjito mengatakan, kegiatan PKM telah banyak membuahkan hasil yang membanggakan. Namun secara umum butuh peningkatan yang signifikan dalam menghasilkan prestasi yang cemerlang. Salah satu kendala dalam pengajuan PKM adalah kuota proposal belum terpenuhi 100%. Dalam rangka meningkatkan kegiatan PKM, Darjito mengadakan pendampingan seperti menugaskan peserta yang pernah lolos PKM untuk menjadi trainer bagi peserta yang baru.  Beberapa reward juga diberikan dalam rangka memotivasi agar terpenuhinya target kegiatan kemahasiswaan.

“Sekali menang PKM, bisa untuk umroh”, kata Darjito. Ia menjelaskan beberapa reward yang bisa diperoleh dari juara medali Emas bisa mendapat sekitar 15 juta rupiah. Apabila ikut lebih dari 1 kategori dan mendapat medali emas, totalnya bisa 35 – 40 juta rupiah.

Ketua Senat FMIPA UB

Di akhir sesi, acara ditutup dengan pemberian cindera mata pada masing – masing Institusi dan foto bersama. (yogie)