Fakultas MIPA Universitas Brawijaya menyalurkan bantuan sembako pada mahasiswanya yang terdampak Covid19 di Kota Malang. Pemberian sembako tersebut berasal dari donasi Ikatan Alumni FMIPA UB yang digalang beberapa waktu yang lalu.

Kriteria mahasiswa yang diberikan bukan hanya tidak mampu, namun yang tidak bisa pulang ke daerah asal juga berhak mendapatkan. Selama wabah Covid-19 ini aktivitas belajar langsung di kampus UB ditiadakan sementara, diganti dengan metode belajar menggunakan jaringan internet (online). Meski begitu, tidak semua mahasiswa dari luar Kota Malang punya kemampuan untuk pulang ke daerah mereka. Pasalnya daerah asal mahasiswa ada yang berstatus zona merah COVID19.

“Semoga ini dapat meringankan kebutuhan pokok sehari-hari karena mereka terdampak wabah corona. Saya juga berpesan dan mendoakan mahasiswa tetap sehat, menjaga diri dari wabah corona, fokus jaga kesehatan, dan tetap belajar,” ujar kordinator tim relawan Zulfaida Penata Gama, M.Si., Ph.D.

Penyaluran dimulai sabtu sampai dengan minggu (11-12 April 2020) yang terbagi ke beberapa wilayah. Wilayah tersebut mencakup area Sumbersari, Kalpataru, Tunggulwulung dan Polowijen. Sebanyak 58 Paket sembako telah dibagikan pada mahasiswa yang berada di Kota Malang. Adapun sembako yang disalurkan terdiri dari beras, gula, minyak goreng, susu, mie instant dan telur.

Penyaluran sembako pada mahasiswa terdampak Covid19 di beberapa wilayah Kota Malang

 

“Terima kasih pada rekan – rekan alumni FMIPA UB yang telah mendonasikan sebagian rejekinya pada kami, semoga Tuhan menerima amal baik kalian dan semoga pandemi COVID19 segera berakhir”, ucap Richo Tambunan salah satu mahasiswa asal medan Sumatera Utara yang menerima sembako.