Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) melalui ujian tertulis telah menunjukkan berbagai keunggulan dan manfaat, baik bagi kepentingan nasional, PTN, maupun peserta. Bagi peserta, manfaat seleksi bersama adalah lebih efisien, murah, dan fleksibel dengan adanya mekanisme lintas wilayah. SBMPTN ini dari tahun ke tahun selalu diperbaiki dan dikembangkan sesuai dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi. Pada tahun 2016 mulai diperkenalkan juga SBMPTN dengan menggunakan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).

Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) merupakan tes masuk ke perguruan tinggi yang dilaksanakan oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) sebagai satu-satunya lembaga penyelenggara tes perguruan tinggi terstandar di Indonesia. Keunggulan pelaksanaan UTBK oleh LTMPT adalah hasil tes diberikan secara individu. UTBK 2020 dapat diikuti oleh siswa lulusan tahun 2018, 2019, dan 2020 dari pendidikan menengah (SMA/MA/SMK) dan sederajat, serta lulusan Paket C tahun 2018, 2019, dan 2020. UTBK merupakan syarat utama untuk mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN).

Sejak tahun 2019, Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) merupakan seleksi penerimaan mahasiswa baru dengan menggunakan hasil UTBK saja atau hasil UTBK dan kriteria lain yang ditetapkan bersama oleh PTN. Oleh karena itu, informasi mengenai UTBK menjadi bagian yang tidak terpisah dari SBMPTN.

Sebagian besar siswa yang gagal dalam SNMPTN 2020 banyak yang mendaftarkan kembali diri mereka untuk mengikuti SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri) 2020. SBMPTN  ini sendiri merupakan seleksi bersama dalam penerimaan mahasiswa baru di lingkungan perguruan tinggi negeri menggunakan pola ujian tertulis secara nasional yang selama ini telah menunjukkan berbagai keuntungan dan keunggulan, baik bagi calon mahasiswa, perguruan tinggi negeri, maupun kepentingan nasional. Nantinya ujian tulis Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2020 ini akan terdiri dari Ujian Tulis Berbasis Cetak (UTBC) dan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).

Setelah pelaksanaannya diundur akibat pandemi COVID19, akhirnya LTMPT mengumumkan perubahan UTBK SBMPTN 2020. Pendaftaran UTBK mulai 2-20 Juni 2020, dan dilaksanakan pada tanggal 5-12 Juli 2020. Sementara hasilnya akan diumumkan pada 25 Juli 2020.

Perbedaan UTBK tahun ini adalah peserta hanya diperbolehkan mengikuti 1 kali tes UTBK. Tidak seperti tahun kemarin yang bisa mengikuti 2 kali. Materi yang diujikan pun juga berbeda dari tahun kemarin, tahun ini yang diujikan hanya TPS ( Tes Potensi Skolastik ) yang terdiri dari Kemampuan Penalaran Umum, Kemampuan Kuantitatif, Pengetahuan dan Pemahaman Umum, serta Kemampuan Memahami Bacaan dan Menulis. Materi  yang diujikan sama untuk IPA/IPS, tidak ada TPA ( Tes Potensi Akademik ) Saintek dan Soshum. Pelaksanaan UTBK terdiri dari 4 Sesi yang bisa dipilih peserta mengingat masa Pandemi COVID19 untuk mencegah kerumunan.

Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2020 bakal digelar di 74 lokasi pusat UTBK, menurut Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT).  Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya turut berpartisipasi dalam pelaksanaan UTBK 2020 dengan menyiapkan 2 ruangan ujian yaitu Laboratorium Komputer di Gedung Graha Sainta.

“Kami telah siapkan 2 Lab yang masing – masing terdiri dari 10 unit PC”, papar Ketua TU, Jarot Sunarto, S.Sos.

Menurut Jarot, pelaksanaan UBTK di masa pandemi akan tetap mengikuti protokol kesehatan seperti intruksi pemerintah. Masing – masing sesi terdapat 20 orang peserta yang terbagi dalam 2 ruang ujian. Ujian akan dimulai pukul 07.30 – 17.45 WIB.

Sementara itu, sejumlah 13 orang teknisi dan 1 orang disinfektor telah disiapkan untuk mengatur hal teknis yang berkaitan dengan jaringan koneksi internet, listrik, PC dan administrasi server. Seperti diketahui, pada pelaksanaan UTBK, teknisi berfungsi sebagai perantara untuk menjelaskan kepada pengawas mengenai penggunaan aplikasi, sedangkan admin server memiliki peran menjaga kestabilan dari koneksi server. Sementara disinfektor bertugas melaksanakan sterilisasi ruangan.

Adapun dalam pelaksanaan UTBK nanti, sebanyak 30 pengawas / PJR yang terdiri dari tenaga kependidikan FMIPA akan dibriefing dalam beberapa waktu kedepan.

Ketua PSIK, Dr.Eng.Agus Naba, S.Si.,MT berharap semoga pelaksanaan UTBK di FMIPA  lancar dan tidak ada kasus penyebaran COVID19 (yogie).