Usia mendaftarkan diri ke panitia penjaringan calon Dekan FMIPA beberapa hari yang lalu, beberapa hal harus dipersiapkan oleh bakal calon Dekan sebelum memulai masa kampanye salah satunya adalah menjalani tes kesehatan.

Jum’at (7/8), 3 bakal calon Dekan ikuti serangkaian tes kesehatan sebagai syarat dalam kontestasi demokrasi di lingkungan Fakultas MIPA Universitas Brawijaya. Tes kesehatan dimulai pukul 08.00 WIB dengan didampingi panitia Penjaringan, Jarot Sunarto, SE dan Ahmad Nadhir, S.Si. M.Si., Ph.D. ketiga bakal calon Dekan memasuki ruang tunggu RSUB di jalan Sukarno Hatta Malang. Setiap bakal calon Dekan harus berpuasa terlebih dahulu sebagai persiapan pengambilan sampel darah dan pemeriksaan USG perut maupun kandung kemih. Pada saat pelaksanaannya, tes kesehatan menyeluruh akan dilakukan oleh dua dokter untuk masing-masing bakal calon Dekan. Untuk setiap sistem organ tubuh pun terdapat dokter spesialis yang akan terlibat melakukan pemeriksaan.

Ya, tes kesehatan adalah salah satu persyaratan yang harus dilakukan oleh setiap pasangan calon Dekan. Ini sesuai dengan Pertor No.3/2020 Pasal 3 bahwa Calon Dekan wajib menjalani pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh di rumah sakit yang telah ditunjuk oleh Panitia, dalam kasus ini adalah Rumah Sakit Universitas Brawijaya.

Pada dasarnya, prinsip tes keshatan calon Dekan serupa dengan pemeriksaan kesehatan umum (medicalĀ  check-up). Hanya saja, beberapa komponen pemeriksaan dilakukan lebih detail dan mendalam sehingga membutuhkan waktu setidaknya delapan jam.

Tindakan tersebut bertujuan untuk memastikan agar tiap calon benar-benar sehat jasmani dan terbebas dari gangguan mental. Selain itu juga untuk menilai apakah Calon Dekan siap dan mampu menjalani masa kampanye ataupun kepemimpinan bila nantinya terpilih.

Tes kesehatan bakal calon Dekan meliputi Pengambilan sampel laboratorium selama 10 menit, Radiologi toraks selama 10 menit, Paru, yaitu spirometri dan tes lain selama 20 menit, USG transvaginal selama 15 menit, dan MMPI (Minnesota Multiphasic Personality Inventory) selama 120 menit.

Hasil dari tes kesehatan yang dilakukan nantinya akan dibawa dalam rapat Tim verifikasi tgl 12-13 Agustus 2020, yang biasanya dilakukan usai seluruh rangkaian pemeriksaan selesai. Kelayakan dan kemampuan setiap bakal calon akan disimpulkan berdasarkan teori dan bukti ilmiah.

Seusai menerima hasil tes tersebut, panitia penjaringan bakal calon Dekan akan menentukan apakah orang yang mengajukan diri layak untuk menjadi calon Dekan atau tidak pada 14 Agustus 2020 mendatang. (yogie)