Rabu (25/11), Dosen Jurusan Fisika FMIPA, Dr.Eng. Didik Rahadi, M.Si dikukuhkan sebagai Guru Besar ke 270 Universitas Brawijaya (UB)  atau Guru Besar ke 23 Fakultas MIPA Universitas Brawijaya di Gedung Widyaloka UB. Pada acara pengukuhan Guru Besar tersebut, Didik mengatakan bahwa di era Industri 4.0 sistem cerdas dan internet semakin berpengaruh dalam kehidupan manusia, hal itu akan dipastikan mengarah pada Jaringan Instrumentasi Cerdas. Menurutnya, terdapat beberapa penelitian strategis yang sangat penting untuk dikembangkan, sebagai contoh yaitu pengembangan alat medis. Selama ini, kita masih memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap produk-produk luar negeri. Hal ini sangat tidak menguntungkan ekonomi Indonesia. Apalagi biaya produknya sangat tinggi, proses pengadaannya sulit, dan pemahaman Sumber Daya Manusia (SDM) lokal terhadap produk luar juga cenderung rendah, ungkapnya. Penggunaan Intrumentasi Cerdas dalam bidang Bio-Medis antara lain memahami sifat sel. Lulusan S3 Jepang ini juga sempat meneliti tentang monitoring aktifitas gunung api di Indonesia (Seismik, Deformasi, Kimia, Termal dan Citra).

“Intrumentasi adalah kajian-multidispilin, yang terkait dengan metode dan sistem pengukuran atau pengendalian besaran fisis. Desain produk dan aplikasi sistem instrumentasi akan selalu berkembang sejalan dengan berkembangnya iptek secara menyeluruh, khususnya iptek komponen-elektronika-mekanik-optik dan teknologi informasi dan komunikasi (ICT) sebagai elemen utama penyusun sistem instrumentasi”, ujarnya.

Menurutnya, desain sistem instrumentasi cerdas yang mencontoh dan menerapkan mekanisme angota tubuh manusia dan juga makhluk lain pada akhirnya akan membawa pada kesadaran penuh tentang ke-Maha Sempurnaan Allah sebagai Sang-Khaliq.