Berbicara soal e-commerce tentu bagi mahasiswa atau lulusan Universitas adalah sesuatu yang awam, apalagi mengenai e-commerce yang dikaitkan dengan bisnis. Namun jika mahasiswa mengikuti perkembangan e-commerce akan lebih mendorong menjadi pebisnis handal dalam mengaet banyak pelanggan. E-commerce merupakan media baru yang piawai dalam memperkaya produk dan jasa khususnya bagi mahasiswa yang ingin terjun ke bisnis. Tidak heran lulusan Universitas yang ingin berkecimpung dalam dunia bisnis memulai dengan e-commerce guna mengadopsi teknologi informasi adalah esensial untuk aktifitas dan transaksi komersial.  Tentu saja ini menciptakan dan memiliki tujuan menelurkan pekerjaan area virtual.

Kalaupun mahasiswa memiliki gadget maka sangatlah mudah dalam komunikasi dan memakai e-commerce. Sebab, e-commerce saat ini dapat diakses melalui berbagai teknologi sehingga semua orang dapat dengan mudah memanfaatkannya.

Kendati begitu, mahasiswa yang ingin menjadi bisnis-man dan memiliki teknologi tapi tidak memiliki skill yang mumpuni dalam hal berkomunikasi dengan baik tentu saja akan membuat peluang bisnis menjadi loyo. Kuncinya jika sudah memiliki dan memanfaatkan teknologi, maka cara berkomunikasi juga yang perlu dibumbui. Lewat media sosial mahasiswa bisa lebih kreatif, inovatif saat menularkan bisnisnya sehingga terlihat lebih menarik. Bagi mahasiswa yang ingin mempergunakan e-commerce sebagai lahan bisnis tentu saja akan mempermudah dan meningkatkan bisnis dalam berwirausaha. Dengan teknologi yang terus maju pesat sesuatu produk dapat dikenal luas dalam waktu yang cepat di semua segi kehidupan manusia.

Ditengah kondisi pandemi seperti ini, semua proses pembelajaran terpaksa harus dilakukan secara online tidak terkecuali studi ekskursi yang mengharuskan para mahasiswa untuk melakukan studi via daring. Setiap tahunnya, mahasiswa FMIPA UB memang diwajibkan untuk melakukan studi ekskursi, guna membekali mahasiswa dengan wawasan terjun dan belajar langsung ke dunia industri.

Minggu, (8/11), BEM FMIPA menggelar studi Ekskursi ke Lazada secara virtual dengan tema “Moving Through Digitalization During Pandemic” yang diikuti sekitar 242 peserta tanpa biaya. Materi terdiri dari Digital Marketing dalam Marketplace dan Jalur Karir dalam Platform E-Commerce (Lazada). Pematerinya adalah Revardy Syahputra penulis “10 juta pertama dari Facebook Ads” dan Bima Setiadi Putra (Talent Acquisition Lazada).

Menurut Menteri Humas BEM FMIPA, Rira Putriany, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengenalkan platform e-commerce kepada para peserta, mengenalkan jalur karir yang ada pada platform e-commerce serta memanfaatkan e-commerce sebagai wadah bisnis dengan memperhatikan digital marketing yang diterapkan. Kegiatan dilaksanakan mulai pukul 13.00 – 15.30  WIB dengan dipandu  oleh moderator Cintya Paramitha (MAPRES peringkat 3 UB).