Gagal Timnas, Tiga Mahasiswa Ini Malah Sabet Medali Emas di Kompetisi Internasional IICYMS 2021

  • Post author:
  • Post category:Berita
  • Reading time:4 mins read

Prestasi membanggakan kembali disabet oleh mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Brawijaya. Kali ini prestasi itu diraih lewat kompetisi Intenational Invention Competition for Young Moslem Scientist 2021 (IICYMS 2021) yang diadakan oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA).

Dalam kompetisi itu, sebanyak tiga mahasiswa FMIPA yang tergabung dalam satu tim berhasil meraih medali emas untuk kategori Social Sains. IICYMS 2021 merupakan lomba berskala internasional yang diikuti oleh 17 negara, seperti Malaysia, Singapura, dan Turki.

Menurut Annis Safira Nur Aulia mahasiswa Jurusan Biologi angkatan 2017 sebagai manager team, Persoalan pengelolaan sampah masih menjadi masalah pelik bagi Indonesia. Sebab, sebagian besar sampah yang dihasilkan rumah tangga masih bermuara di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Sementara, kapasitas TPA sampah, khususnya di kota besar sudah semakin penuh. Bahkan, tidak mudah untuk mencari lahan untuk membuka lagi TPA baru untuk menampung sampah-sampah yang dikumpulkan dari masyarakat. Sementara itu lahan pengelolaan sampah / Land Fill di Indonesia mencapai 175.000 tons per hari atau sekitar 64.000.000 tons per tahun. Diantaranya terdapat 60 % sampah biologis, 15% sampah plastik, 10% sampah kertas, dan 15% bahan lainnya. Sampah organik yang tidak terkelola, selain menimbulkan bau tidak sedap dan mengganggu estetika, juga menjadi media perkembangbiakan vektor dan hewan pengerat, serta dampak langsungnya dapat menurunkan kualitas lingkungan. 

Berdasarkan hal tersebut, Annis dan tim yang terdiri dari I Wayan Wira Yuda Jurusan Fisika angkatan 2018, Femi Tasani Jurusan Matematika 2017 menggagas sebuah karya berjudul “Black Pinter: Integrated System of Black Soldier Fly Maggot Cultivation Based IOT As Educational Media of Secondary School Students”. Maggot Black Soldier Fly (BSF) ini juga bisa membantu permasalahan sampah organik yang menggunung. Sekitar 750 kg maggot BSF mampu mengurai sekitar 2 ton sampah organik hanya dalam kurun waktu 2-3 minggu. Maggot BSF (Black Soldier Fly) adalah larva dari jenis lalat besar berwarna hitam yang terlihat seperti tawon. Maggot BSF adalah bentuk dari siklus pertama (larva) Black Soldier Fly yang nantinya bermetamorfosa menjadi lalat dewasa.Fase metamorfosa maggot BSF dimulai dari telur, larva, prepupa, pupa, dan lalat dewawa, semuanya memakan waktu 40 sampai 45 hari saja.

Annis dan tim membangun sebuah aplikasi Black Pinter Smart Mobile Application yang dapat membantu mengontrol budidaya Maggot BSF untuk siswa sekolah menengah. Aplikasi ini memiliki 6 keuntungan yang diaplikasikan dalam bentuk menu antara lain Monitoring Suhu Udara, Video Tutorial, Buku Pedoman Budidaya, Kalender Fase, Hitung Jumlah Maggot, dan Hitung Jumlah Pakan. 

Black Pinter Mobile Application ini telah menyisihkan 627 Peserta dari 14 negara peserta IICYMS 2021.

 

 

Annis dan timnya telah menuai keberhasilannya dalam membawa nama baik FMIPA UB dikancah dunia. Ia bersyukur dan menyampaikan ucapan terima kasih pada semua pihak yang telah mendukungnya terutama pembimbingnya Zulfaidah Penata Gama, S.Si., M.Si., Ph.D.

Menurut mahasiswi Jurusan Biologi ini selama mengikuti kompetisi tingkat Internasional banyak hal yang bisa didapatkan dan mendapat kesan yang berarti. 

Menarik Pak, selain bisa mempublikasikan invensi kami, juga hitung – hitung bisa melatih public speakingnya karena ini lomba internasional”, kesan Annis.

Karya tersebut pernah dipublikasikan di ajang Timnas tahun lalu, namun menurut Annis, hasil pemikiran mereka belum mendapat kesempatan untuk menang. Beruntungnya di ajang Internasional justru mampu meraih medali emas dan menyisihkan 37 Perguruan Tinggi di banyak negara peserta. 

Annis menghimbau pada rekan – rekan mahasiswa Fakultas MIPA untuk selalu semangat belajar di masa kuliah dan belajar banyak hal untuk meraih prestasi dengan mengikuti kompetisi serta berorganisasi.

“Belajar bukan hanya dari kelas, tapi juga dapat dari pengalaman.Menang kalah itu urusan belakang, yang penting pengalaman nya, pun kalau menang anggap saja sebagai bonus”, tuturnya.(yogie)