Tim FMIPA sabet 4 Medali di KN-MIPA 2021

  • Post author:
  • Post category:Berita
  • Reading time:5 mins read

Tim Mahasiswa perwakilan Fakultas MIPA Universitas Brawijaya berhasil membawa pulang medali pada perhelatan Final Kompetisi Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (KN-MIPA) 2021. Acara yang digelar oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi RI tersebut berlangsung pada tanggal 27 – 30 Juli 2021 secara daring.

Fakultas MIPA UB berhasil memboyong empat medali perunggu untuk kategori keilmuan bidang Fisika, Biologi dan Matematika yang dipersembahkan oleh mahasaiswa jurusan Fisika Muhammad Rifqi, Jurusan Biologi Adzal Alamsyah, Jurusan Matematika Jerry Budiharjo dan Muhammad Husnul Khuluq.   Pengumuman pemenang KN-MIPA tersebut dilakukan secara virtual oleh Puspresnas yang dibuka langsung oleh Pelaksana Tugas Kepala Pusat Prestasi Nasional Kemendikbud Riset Dikti bapak Asep Sukmayadi.

Ia mengatakan perkembangan teknologi semakin dinamis, sehingga sangat butuh fondasi yang kuat dalam membangun. Ia juga menegaskan bahwa dalam mencari solusi problem yg makin kompleks, maka peran generasi muda sgt penting untuk menemukan solusi holistik yang utuh baik dari pendekatan matematika logis, sains, empirik dan teoritik yg lain. 

“ Kerjasama lintas keilmuan adalah kunci dari kreatifitas solusi berbagai permasalahan saat ini”, Ujarnya.

Atas prestasi membanggakan tersebut, Wakil Dekan III Fakultas MIPA, Ratno Bagus Edy Wibowo, Ph.D mengungkapkan rasa syukurnya atas capaian mahasiswa Fakultas MIPA tersebut.

“Alhamdulilah tetap berprestasi walau di masa Pandemi”, ucapnya.

Ranto Bagus sekaligus menyampaikan rasa terimakasih kepada seluruh Tim KN-MIPA Fakultas MIPA, terutama mahasiswa dan dosen pembimbing  yang sudah bekerja keras mempersiapkan keikutsertaan di KN-MIPA 2021. 

KN-MIPA merupakan ajang kompetisi Sains Tingkat Nasional jenjang Pendidikan Tinggi yang terdiri dari Fisika, Kimia, Matematika, dan Biologi, yang digelar oleh Puspresnas setiap tahunnya. Kompetisi KN-MIPA 2021 berawal dari seleksi pada tingkat Perguruan Tinggi kemudian dikurasi hingga tingkat wilayah Provinsi dan berakhir di Tingkat Nasional. Jumlah peserta yang mengikuti seleksi KN-MIPA tahun ini sebanyak 3.838 mahasiswa yang telah mendaftar dari 296 Perguruan Tinggi se-Indonesia. Seleksi awal peserta pada tingkat Perguruan Tinggi telah dilakukan pada Februari 2021. Dari hasil seleksi awal ini telah berhasil dijaring 65 peserta dari setiap bidangnya di setiap wilayah Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti). Selanjutnya diadakan final kompetisi di Tingkat Nasional pada 27 hingga 30 Juli 2021. . Pada kompetisi ini dipilih  25 mahasiswa terbaik per bidang dengan perincian: 4 medali emas, 6 medali perak, 10 medali perunggu dan 5 honorable mention.

KN-MIPA sebagai instrumen katalis pengembangan prestasi bidang MIPA bertujuan menjamin semangat para generasi muda untuk berprestasi. Tahun ini KN-MIPA digelar secara online sebagai bentuk dan tanda dari semangat generasi muda untuk berkomitmen belajar tekun dari rumah. KN-MIPA turut wujudkan kemampuan generasi muda yg kritis, inovatif serta  kemampuan kolaborasi dan komunikasi yg baik. Kompetisi Nasional ini memotivasi siswa untuk cinta MIPA sekaligus mengakui eksistensi bidang MIPA. Dengan mendorong MIPA berarti mendorong teknologi untuk maju. MIPA hari ini adalah teknologi masa depan.

Khuluq, peraih medali perunggu bidang matematika memiliki motivasi ikut kompetesi ini yakni ingin berprestasi   dan juga ingin menjadi delegasi Tim Indonesia di Intenational Mathematics Competition (IMC). Ia berharap agar prestasi mendapatkan medali di KN-MIPA dapat menjadi budaya tiap tahunnya khususnya bagi mahasiswa Jurusan Matematika, dan mahasiswa MIPA UB pada umumnya. Sementara Jerry Budiharjo mendapatkan lesan yang menyenangkan, menantang, mendapat pengalaman baru pada saat mengikuti kompetisi ini. Khuluq dan Jerry dibimbing oleh tim Dosen berpengalaman yang terdiri dari Dr. Marsudi, MS., Ari Andari, MS., Corina Karim, Ph.D, dan Sa’adatul Fitri, Ph,D. 

“Kesannya senang skali, karena di smt 8 ini, tahun terakhir ikut ke tahap nasional dan  masih bisa memberikan medali untuk UB untuk ketiga kalinya, dapat banyak pengalaman dan ilmu juga, selama 4 tahun ikut ONMIPA”, ujar Adzal (Peraih Medali Perunggu bidang Biologi).

Menurut Adzal, persiapan yang dilakukan selama satu bulan sebelum kompetisi berupa latihan soal dan mengikuti bimbingan yang diadakan setiap hari Sabtu dan Minggu. Namun ia menyayangkan tidak bisa meraih Medali Emas pada KN-MIPA 2021. Ia mengatakan bahwa latihan menjawab soal harus lebih ekstra dan membutuhkan fokus karena soal – soal yang dilombakan tidak bisa diprediksi. Adzal mengucapkan terima kasih pada Dosen pembimbingnya, Irfan Mustafa, Ph.D yang telah membantu dalam pencapaian prestasi tersebut.

Sementara Rifqi menyarankan bahwa kedepan, persiapan yang dilakukan lebih ditingkatkan, bisa dilakukan pembinaan rutin setidaknya satu hari satu jam saja, sehingga dalam menyelesaikan soal-soal Fisika hingga penurunan-penurunan persamaan Fisika pada lomba terkait bisa menjadi lebih terbiasa dan lebih dikuasai. 

Menurutnya, diperlukan lingkungan atau klub Olimpiade, sehingga teman-teman yang berpotensi atau yang punya semangat punya wadah untuk saling belajar bersama, diskusi dan berbagi info lomba Olimpiade. 

“Target medali emas pada KNMIPA mendatang memerlukan kebiasaan peserta yaitu rutin meluangkan sedikit waktunya untuk KNMIPA, perlunya lingkungan yang mendukung seperti klub olimpiade untuk saling menyemangati dan meningkatkan atmosfir persaingan sehingga ingin saling berkembang untuk mengukur kemampuan dengan mengikuti perlombaan Olimpiade mahasiswa baik yang diadakan Pertamina, Universitas maupun lembaga-lembaga pelatihan Olimpiade”, ucapnya. (yogie)