Webinar Prospektif Pemodelan Matematika Dalam Sains, Dr. Nuning : “Matematika Tak Hanya Pensil dan Kertas, Tapi Juga Menyelesaikan Masalah”

  • Post author:
  • Post category:Berita
  • Reading time:4 mins read

Jum’at (13/8), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya menggelar webinar dengan tema “Prospektif Pemodelan Matematika dalam Sains”. Kegiatan ini adalah rangkaian acara dalam perayaan DIES NATALIS FMIPA ke-34 tahun. Acara ini diikuti sekitar 150 peserta dari 259 pendaftar yang terbagi dalam 130 peserta menggunakan aplikasi zoom dan 20 peserta live youtube channel. Webinar yang dimotori Jurusan Matematika tersebut mengundang pemateri dari Kota Bandung, Dr. Nuning Nuraini, S.Si., M.Si yang saat ini menjabat sebagai Ketua Jurusan Matematika FMIPA ITB. 

Dekan FMIPA, Prof. Widodo, M,Si.Phd.Med.Sc dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan ucapan terima kasih pada panitia, peserta dan pemateri yang berkenan memberikan pencerahan dalam webinar sebagai rangkaian kegiatan perayaan DIES NATALIS FMIPA ke-34. 

“Alhamdulilah peserta banyak, baik dari dosen, BPS, mahasiswa bahkan pelajar SMP dan SMA, luarbiasa”, sambutnya.

Dekan mengatakan bahwa tema webinar kali ini cukup menarik bagi kaum milenial. Ia juga menjelaskan bahwa belajar sains sama dengan belajar kompleknya kehidupan. 

“Saya kira ini adalah tren perkembangan ke depan. Tema hari ini cukup menarik, hal ini akan menjadikan peran generasi milenial semakin penting”, tambahnya.

Prof. Widodo juga mengundang pada peserta yang ingin studi baik sarjana ataupun yang ingin melanjutkan studi pasca sarjana dapat menjadikan FMIPA UB sebagai pilihan karena menurutnya FMIPA UB selain lulusannya sudah banyak tersebar di seluruh Indonesia, kampus ini juga memberikan bantuan beasiswa bagi mahasiswanya  bahkan saat ini sedang diajukan bantuan bebas UKT 100%. 

Dalam presentasinya, Nuning menjelaskan bahwa Pemodelan matematika merupakan bidang matematika yang berusaha untuk mempresentasikan dan menjelaskan sistem-sistem fisik atau problem pada dunia real dalam pernyataan matematika sehingga diperoleh pemahaman dari problem dunia real ini menjadi lebih tepat. Sederhananya, model matematika merupakan usaha untuk menggambarkan suatu fenomena ke dalam bentuk rumus matematis sehingga mudah untuk dipelajari dan dilakukan perhitungan.

“awalnya kita menemukan masalah dan membuat model sederhana untuk mencari formulasi yang tepat atas problem yg dipelajari, salah satu hal yang  harus dipegang untuk pemodelan adalah akurat dan bisa menjelaskan sesuatu yg sederhana”, paparnya.

Dosen ITB ini memaparkan penelitian – penelitian yang digarapnya bersama mahasiswa antara lain, Kungfu Tai-chi Master, Counting Mosquito, Avenger End Game, Dynamic Idol, Popularity Block Buster Movie dan COVID19 Model. Paparan tersebut sangat menarik antusias peserta pasalnya Nuning berkolaborasi tidak hanya dengan dosen bidang matematika saja, namun ia juga berkolaborasi dengan dosen fisika, teknik, kedokteran bahkan pihak luar kampus juga terlibat seperti satgas COVID19 dan pihak pemerintah. 

Dalam penelitian Tai-chi Master misalnya,  mereka menciptakan model tentang bagaimana
menentukan posisi tubuh yang tepat untuk kuda – kuda dengan stabil juga jenis pukulan dan tangkisan yang tepat untuk serangan lurus atau melingkar. Sedangkan topik yang sedang hangat yakni tentang COVID19, ia dan tim membuat model bagaimana virus tersebut tersebar dari 4 kota utama yang terinfeksi hingga ke 41 negara. 

Respon pun mulai bermunculan, Guru Besar Jurusan Matematika, Prof. Agus Suryanto menyampaikan apresiasi terhadap penelitian Nuning, menurutnya topik dan penelitian yang dibahas bagus dan menarik. 

Pertanyaan dan apresiasi berdatangan, hal ini diungkapkan atas presentasi webinar yang dipaparkan Nuning, salah satunya dari peserta yang berprofesi dosen.

“Saya merasa surprise, karena yang hadir paket komplit ada pakar fisika, ada juga pakar IT, terus terang espektasi sudah kesampaian dan banyak bonusnya”, ujar Dr. Wuryansari dosen Matematika.

Pemodelan matematika memiliki peran besar dalam kehidupan. Bagaimana seorang ilmuwan menjelaskan sesuatu yang tak banyak orang faham, itu adalah tantangan. Tentu saja ini membutuhkan pengalaman yang banyak, menurut Nuning,  matematika tidak hanya pensil dan kertas tapi juga menyelesaikan persoalan. (yogie)