Sosialisasi Regulasi dan Kebijakan Penyusunan SKP sesuai PP No.30 Tahun 2019

  • Post author:
  • Post category:Berita
  • Reading time:2 mins read

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya (FMIPA UB) menggelar sosialisasi dan bimbingan teknis target kerja dan penilaian prestasi kerja (SKP) sesuai PP No. 30 tahun 2019 bagi staf kependidikan dan dosen FMIPA UB, Jum’at (12/11) secara daring. Sebanyak 110  peserta hadir mulai dari Dekan, Ketua Jurusan, Kepala Bagian Tata Usaha hingga perwakilan dosen dan staf hadir dalam acara tersebut. Kordinator Kepegawaian Universitas Brawijaya, Evi Hayati, S.Ag., M.AB dan Moh. Farid Rahman., S,Si., M.Si selaku tim Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Universitas Brawjiaya hadir sebagai pembicara.

Masruri, S.Si., M.Si sebagai Wakil Dekan Bidang Umum dan Kepegawaian mengungkapkan, bimbingan teknis ini perlu disosialisasikan kepada seluruh jajaran, agar seluruh staf dan dosen mengetahui dan memahami aturan atau tata cara pengisian SKP dengan benar. 

Evi memberikan paparan tentang sosialisasi regulasi dan kebijakan penyusunan SKP sesuai PP No. 30 tahun 2019 yang sinkron dengan kontrak kinerja UB.

Dalam paparannya, Farid menjelaskan tentang penyusunan matrik peran hasil dan SKP dosen/tendik sesuai regulasi yang baru. Penjelasan ini pun menuai respon dari beberapa dosen seperti Prof. Chanif Mahdi yang mempermasalahkan banyaknya inputan yang harus dilakukan seorang dosen akhir – akhir ini, mengingat sistem di UB yang belum terintegrasi total sedangkan aktifitas Tri Darma Perguruan Tinggi cukup banyak menyita waktu. Evi menyatakan tidak memiliki kewenangan atas kebijakan integrasi tersebut. Demikian juga respon dari Dr. M.Muslikh, M.Si dosen Jurusan Matematika yang mempertanyakan syarat indikator kinerja seorang dosen yang harus meluluskan mahasiswa sesuai program kerja rektor, sedangkan ia jarang dapat mahasiswa bimbingan di bidang Aljabar. 

“Tiap tahun saya hampir tidak punya mahasiswa bimbingan karena bidang saya dinilai sulit, bagaimana saya harus memenuhi indikator kinerja saya, artinya saya tidak bisa menyumbangkan peran saya untuk rektor”, ujar Muslikh.  Farid pun menanggapi respon tersebut dengan mempertimbangkan dan akan mempelajari kembali indikator kinerja tersebut (yogie).