Tingkatkan Kepuasan Layanan, Dekan Gelar Workshop Unit Layanan Terpadu

  • Post author:
  • Post category:Berita
  • Reading time:3 mins read

Selasa (14.12) , Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) menggelar workshop Unit Layanan Terpadu di Hotel Grand Cakra Malang. Unit Layanan Terpadu bertujuan memberikan layanan kepada pemangku kepentingan di bidang riset, teknologi, dan pendidikan tinggi secara cepat, efektif, efisien, transparan, dan memberikan kepastian hukum serta terwujudnya hak-hak masyarakat untuk mendapatkan pelayanan. Tujuan tersebut bisa terwujud dengan melakukan penyederhanaan birokrasi pelayanan, mempercepat waktu pelayanan, mengurangi tahapan pelayanan yang kurang penting, menghilangkan biaya yang tidak dapat dipertanggung jawabkan, dan prosedur yang transparan.

Dalam era revolusi industri 4.0 semua harus berbasis internet menggunakan media sosial. Layanan publik juga diutamakan pada strategi inovasi yang berkelanjutan, termasuk bagaimana sistem pada  Unit Layanan Terpadu (ULT)  terkoneksi dengan sistem-sistem lain yang ada di Fakultas MIPA. Dengan adanya Unit Layanan Terpadu diharapkan masalah customer bisa terselesaikan di satu tempat. 

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas MIPA, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc mengatakan bahwa pembentukan Unit Layanan Terpadu harus independen sehingga semua pelayanan akan lebih efisien dan tak tergantung pada unit yang lain. Ia berharap pada Januari 2022 mendatang, unit ini sudah terimplementasi dengan formula terbaik. 

Sedangkan Wakil Dekan I, Nurjannah, S.Si. M.Phil., Ph.D juga berharap unit ini akan menaikkan indeks kepuasan stakeholder Fakultas MIPA terutama mahasiswa yang masih belum mencapai nilai yang diharapkan. 

“Tujuan dibentuknya Unit Layanan Terpadu ini adalah meningkatkan ketepatan, kecepatan dan kemudahan, juga keterjangkauan serta kenyamanan pelayanan informasi, pengaduan dan aspirasi, Selain itu juga meningkatkan respon Fakultas MIPA terhadap kebutuhan publik yang dapat berdampak pada kredibilitas dan akseptabilitas institusi di masyarakat.”, papar Jarot (Kepala TU). 

Kedepan, Jarot  rencanakan akan melatih dan membekali staf yang ditugaskan pada Unit Layanan Terpadu dengan beberapa tahap pelatihan yang terkait dengan tupoksinya. 

Dalam workshop tersebut, dipaparkan materi tentang teknik pelayanan publik oleh Kasubbag Keuangan dan Kepegawaian, Surakhman, S.AP, MM. dan materi tentang layanan akademik oleh Kasubbag Akademik, Dwi Hermanto, SE., MM. Selain itu juga para staf ahli Wakil Dekan melakukan diskusi perumusan layanan yang nantinya akan diberikan pada stakeholder Fakultas kemudian melakukan penetapan personil yang bertugas di unit tersebut antara lain Trivira Meirany, S.I.Kom, Yogie Meru Kusuma, A.Md, Ngadiyono, Iswanto, dan Nurul Yakin. 

Lebih lanjut, Zulfaidah Penata Gama, S.Si., M.Si., Ph.D  (Kepala Pusat Informasi Dokumentasi dan Keluhan Universitas Brawijaya) hadir sebagai pemateri dengan topik strategi mewujudkan standar pelayanan prima sebagai upaya mewujudkan pelayanan prima di Fakultas MIPA,  Zulfaidah dalam paparannya menjelaskan konsep pelayanan publik sesuai PAN-RB, kunci pelayanan publik dan 4 layanan publik sesuai PERTOR no 50 tahun 2020 di Universitas Brawijaya. 

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan pencerahan tentang SMART-ULT yang telah dikembangkan di Universitas Brawijaya, Menurutnya SMART-ULT sedikit lebih efisien dengan sedkit personil ULT yang didukung dengan sistem layanan menggunakan e-tiketing secara virtual dapat melayani stakeholder dengan cepat tepat dan efisien. 

Harapannya dengan adanya sistim layanan informasi terpadu akan meningkatkan kualitas layanan, khususnya di era revolusi industri 4.0 dimana para stakeholder sangat membutuhkan layanan yang prima. Layanan satu pintu akan terlaksana dengan baik dan akan meningkatkan kualitas layanan bagi pelanggan. (Yogie)