Penutupan Pembekalan dan Persiapan Pemberangkatan Peserta MBKM Semeru Batch I, Prof. Aulanni’am: “Ini Cara Terbaik Persiapkan Generasi Terbaik”

  • Post author:
  • Post category:Berita
  • Reading time:4 mins read

Pembekalan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Semeru gelombang I akhirnya resmi ditutup pada Jum’at (20/1/2022)  pukul 17:30 WIB  oleh kordinator MBKM Semeru 2022 Universitas Brawijaya (UB) , Dr. Sujarwo, SP., MP. melalui rapat secara daring. Pertemuan yang digelar tersebut dihadiri Wakil Rektor I Bidang Akademik UB, Prof. Dr. Aulanni’am, drh., DES., Direktur Layanan Akademik UB, Dr. Rosihan Asmara, SE., MP., Kepala Bagian Perencanaan Akademik dan Kerjasama,  Heri Prawoto Widodo, S.Sos., M.AB, Wakil Dekan I Bidang Akademik FMIPA, Nurjannah,S.Si., M.Phil, Ph.D, dan para mitra MBKM Semeru  antara lain,  Adipandang, Phd., K. Mawardi, Ph.D., Dr. Putu M., Dr. Ilhamudiin, Ratri Nurwanti, S.Psi., M.Psi, dr. Ayunda, dan Prof. Sukir Maryanto, M.Si., Ph.D.

Setelah beberapa hari mendapatkan pembekalan oleh pemateri, rencananya besok Jum’at (21/1) para peserta akan diberangkatkan ke lokasi MBKM Semeru di Kabupaten Lumajang. Dalam sambutannya, Wakil Rektor I mengatakan bahwa kegiatan belajar yang dicanangkan  oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI bertujuan memberi kesempatan mahasiswa untuk menguasai berbagai keilmuan dan mengasah kemampuan untuk bekal memasuki dunia kerja. Prof. Aul juga menegaskan bahwa terjun langsung ke masyarakat dengan mandiri dan berkolaborasi serta berkegiatan spesifik membantu terdampak erupsi Semeru adalah cara terbaik untuk mendapatkan ilmu. 

“Ini adalah cara terbaik untuk mempersiapkan generasi terbaik dimasa depan dimana mahasiswa dibawa ke dunia nyata”, ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Jarwo juga menyampaikan apresiasi pada para peserta yang memiliki semangat kemanusiaan. 

Sementara itu, Nurjannah melaporkan bahwa sampai detik ini, jumlah peserta MBKM Semeru yang telah dikonfirmasi keberangkatannya mengalami penurunan. Ia mengatakan bahwa saat ini peserta yang telah terkonfirmasi sejumlah 47 mahasiswa. Kabarnya sebagian besar  peserta yang membatalkan diri karena permasalahan ijin dari  orang tua. Menanggapi hal tersebut, Jarwo menegaskan bahwa mereka yang belum konfirmasi sampai pemberangkatan maka akan diarahkan masuk ke MBKM Semeru gelombang 2. 

Pada kesempatan yang sama, Rosihan mengatakan bahwa sejak awal UB telah berkomitmen untuk mengawal program MBKM Semeru. 

“UB mendukung 100% kegiatan MBKM Semeru. Anggaran telah siap dan tidak ada kendala teknis.”, tegasnya. 

Program MBKM Semeru ini dapat dikonversi sebagai mata kuliah Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) setara dengan 20 SKS sesuai dengan keputusan Menteri Pendidikan Kebudayaan.  Nurjannah pun menegaskan bahwa para peserta tidak perlu mengkhawatirkan persoalan recognisi. 

“Adik – adik berkesempatan untuk menjadi pioner gelombang pertama, pasti banyak tantangan, jangan khawatir soal tempat tinggal, juga soal recognisi. Kita akan pikirkan konversinya karena semuanya adalah konsep belajar dan akan masuk dalam kuliah dimana belajarnya tidak dikampus dan didampingi dosen pembimbing yang mengawal penilaian dan akhirnya akan diadakan diseminasi dalam bentuk poster dan tulisan, berbeda dengan KKN dan pengabdian masyarakat”, paparnya.

Menurut Jarwo, prosesi pelepasan dan pemberangkatan peserta MBKM Semeru akan dijadwalkan pada esok hari Jum’at pukul 7.30 WIB. Prosesi pemberangkatan menuju lokasi Kabupaten Lumajang akan dihadiri oleh semua Pimpinan Fakultas UB. Dalam kegiatan MBKM Semeru selama 2,5 bulan kedepan, pihak UB bekerjasama dengan pemerintah Kabupaten Lumajang dan mitra lainnya seperti Dinas Kesehatan dan mitra MBKM Semeru. 

  

Selanjutnya dalam sesi arahan, para mitra / expert menjelaskan skema dan jadwal kegiatan untuk masing – masing tema. Acara ditutup dengan penyambutan virtual oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Lumajang, Ahmad Muiz.


Dalam sambutannya, Muiz menyampaikan apresiasi atas dukungan Universitas Brawijaya pada Kabupaten Lumajang. Ia mengatakan bahwa Kabupaten Lumajang saat ini memang berada pada masa transisi dan benar – benar sangat membutuhkan resource yang besar. Muiz berharap kedepan UB dapat bersinergi dan harmonis dengan daerah – daerah agar saling melengkapi. 

“Kami sangat terbantu, terima kasih UB yang telah menyelenggarakan acara MBKM Semeru”, ujarnya. (yogie)