Dukung Program Pemerintah, FMIPA UB Siapkan 800 Peserta Program Pengabdian Kepada Masyarakat Tematik Atasi Stunting Di Kabupaten Malang

  • Post author:
  • Post category:Berita
  • Reading time:3 mins read

 

Dalam rangka upaya mendukung program pemerintah dalam menurunkan stunting di masyarakat, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya  (FMIPA UB) membangun sinergi dan komitmen dengan pemerintah daerah. Program tersebut berupa integrasi kegiatan penurunan stunting di tingkat desa/kelurahan yang terwujud dalam Program Pengabdian Kepada Masyarakat Tematik (PKMT) FMIPA UB dengan tema “Pencegahan dan Penanggulangan Stunting di Wilayah Kabupaten Malang”.  FMIPA UB pun menggelar pembekalan PKMT secara daring yang diikuti sekitar 800 peserta yang terkoneksi secara online pada Sabtu (26/3). 

Nurjannah, M.Phil., Ph.D menyampaikan bahwa Universitas Brawijaya ingin berkontribusi turut memecahkan masalah dalam kasus stunting tersebut. PKMT sengaja diangkat sebagai langkah awal dalam menggerakkan mahasiswa dilingkungan terdekat agar mereka dapat berbuat sesuatu untuk negeri. Nurjannah berharap mahasiswa FMIPA nantinya dapat menunjukkan kemampuan menggunakan kemajuan teknologi terkini untuk membantu dan bersinergi dengan pemerintah dalam menurunkan stunting di Wilayah Kabupaten Malang. 

Dalam kesempatan yang sama, Dr. Nurul Muslihah, SP., M.Kes sebagai PIC Kabupaten Malang kerjasama pemerintah dan BKKBN hadir sebagai nara sumber tentang stunting.  Dalam paparannya, Nurul menjelaskan tentang faktor determinan dan konsekwensi stunting, besaran masalah stunting di Indonesia dan Malang Raya, Intervensi spesifik dan sensitif pencegahan stunting, serta potensi kegiatan MBKM dalam mengatasi percepatan penurunan stunting.

Menurutnya, peran mahasiswa FMIPA dalam hal ini dapat  dilakukan melalui pendampingan penguatan komitmen kelembagaan terkait percepatan penurunan stunting antara lain dapat melakukan kajian pemetaan sosial potensi desa dan Forum Grup Discussion (FGD), serta kajian masalah gizi dan kesehatan. Selain itu mahasiswa dapat menciptakan teknologi tepat guna seperti sanitasi air bersih (air layak minum, jamban sehat)  dan meminimalisir kontaminasi. 

Ahmad Taufik Juniarto, SE., MM. selaku camat Kecamatan Pujon Kabupaten Malang memaparkan bahwa kondisi stunting adalah isu Nasional kedua setelah Covid19. Dengan demikian pemerintah fokus dan terus berupaya meningkatkan penanganan menghadapi masalah tersebut.  Taufik mengatakan bahwa stunting merupakan kondisi yang dapat menurunkan harga diri bangsa di mata dunia karena dianggap bahwa negara tidak dapat memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat. Selain itu stunting dapat membahayakan generasi selanjutnya karena dapat menurunkan generasi penduduk yang tidak produktif dimasa produktif. Taufiq menambahkan, kenakalan remaja dan pernikahan dini juga menjadi faktor penyebab stunting. Oleh karenanya ia berharap adanya Perdes yang mengatur persiapan pra nikah pada masyarakat Pujon. Dengan demikian program MBKM ini diharapkan menjadi sumbangsih pemikiran dan pendampingan penduduk dalam meminimalisir  faktor – faktor penyebab stunting. 

Secara umum, Taufiq memaparkan kegiatan MBKM di Pujon antara lain terdiri dari (1) Advokasi pemahaman dan komitmen pemerintah desa terhadap pencegahan dan penurunan stunting, (2) Edukasi dan sosialisasi total berbasis masyarakat, (3) Edukasi dan sosialisasi perubahan perilaku, (4) Edukasi dan sosialisasi ketahanan pangan dan gizi, (5) Advokasi partisipasi dan pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan stunting, (6) Pelatihan teknologi tepat guna pengelolaan limbah ternak, (7) Pelatihan produk IKM dan digital marketing serta pendampingan pemasaran produk IKM, (8) Sinergisitas seluruh stake holders tingkat kecamatan dan desa dalam pencegahan dan penurunan stunting. Taufiq berharap kondisi kecamatan Pujon dapat lebih baik seiring dengan kontribusi MBKM di Wilayahnya. (yogie)