Pelantikan dan Hearing Dekanat Dengan Lembaga Kemahasiswaan

  • Post author:
  • Post category:Berita
  • Reading time:3 mins read

 

Fakultas MIPA UB gelar pelantikan dan hearing Dekanat dengan BEM, DPM, HMJ dan LOF 2022 di aula MIPA CENTER, Selasa (8/3). Dekan FMIPA, Prof. Widodo, M.Si,. Ph.d.Med.Sc dalam sambutannya mengatakan bahwa amanah untuk memimpin mahasiswa adalah kesempatan untuk belajar banyak hal tentang negosiasi, leadership, dan yang paling penting dan sulit adalah belajar mendengar aspirasi. Selain itu juga dapat belajar memahami problematika Nasional dan Global.

Widodo berjanji akan mendukung penuh kegiatan kemahasiswan untuk berkiprah baik tingkat Nasional maupun Internasional.

Wakil Dekan bidang kemahasiswaan, Ratno Bagus E.W, M.Si, Ph.D menyampaikan apresiasi atas dilantiknya para pimpinan lembaga kemahasiswaan di FMIPA.

“Kesempatan menjadi ketua lembaga ini sangat bermanfaat untuk mematangkan softskill dan potensi kodrati kalian, semoga para pimpinan lembaga kemahasiswaan kedepan dapat membawa mahasiswa FMIPA untuk dapat berasosiasi dan beraktifitas tidak hanya dalam negeri tapi juga di luar negeri.”, ujarnya

Adapun mahasiswa yang dilantik menjadi pimpinan lembaga kemahasiswaan tahun 2022 Fakultas MIPA antara lain, Ahmad Byan Kamali (BEM), Kennard S. Prasetyo (HIMATIKA), Metasari Ayu Puspita Arum (STUDIO STATISTIKA),  Izza Lailatul Kasanah (LPM basic), Nuraini Rosyadah (HIMABIO), Muhammad Aldi Surya Ramadhan (Cientifico Choir), Rafly Naufal Kastara (HMK), Ariq Salzan Ar-rasyid (HIMAFIS), Muhammad Sultan Anfisako (TBC),  Fadhil Sultan Al-Mubaraq (FORKALAM), Muhammad Jannan Alfana (DPM), Galih Rafi Astagina (SOBAT). dan Johannes Marulitua Nainggolan (RITMA). 

Dalam sesi tanya jawab, Byan Kamali ketua BEM  menyampaikan pertanyaan kebanyakan mahasiswa tentang kepastian perkuliahan hybrid yang harapannya dapat segera dilaksanakan setelah UTS. Menurut wakil dekan bidang akademik, Nurjannah, Ph.D menjelaskan bahwa keputusan tentang penyelenggaraan perkuliahan ada ditangan rektor, namun dalam hal ini pihak Fakultas hanya dapat memberi masukan saja.. 

“Kami sudah siapkan sistem perkuliahan hybrid dan mitigasi covid, namun mohon dimaklumi jika keputusan ditangan rektor. Kita akan lihat kondisi kedepannya”, ujar Nurjannah. 

Sementara itu Byan juga berharap adanya kolaborasi antara dekanat dengan lembaga kemahasiswaan dalam hal perayaan dies natalis Fakultas MIPA. Tak mengunggu lama, Dekan pun menyanggupi hal tersebut dan setuju tentang kolaborasi tersebut.  

Disamping itu Byan juga mempertanyakan tentang penanganan kasus perundungan seksual di Fakultas. Pertanyaan tersebut dijawab dengan keputusan dekan no. 4043 tahun 2021 yang berisi susunan pengurus dan pengelola ULTKSP tanggal 13 Agustus 2021 yang melibatkan seorang konselor psikologi dari Fakultas Kedokteran yakni Heni Dwi Windarawati, M.Kep,. Sp, Kep.J.

Nurjannah pun menanggapi dengan menjelaskan bahwa dekanat telah mempersiapkan secara terstruktur  dan membuka jalur komunikasi melalui media sosial jika ada laporan terkait perundungan seksual tersebut. 

Pertanyaan kembali dilontarkan Rosyadah, ketua HIMABIO. Ia mempertanyakan perihal KKN di masa pandemi. Nurjannah pun menjelaskan bahwa tahun ini KKN baru dibuka kembali dengan sifat wajib bagi angkatan 2020 yang telah memenuhi syarat.  Ia juga menegaskan bahwa KKN telah diganti nama menjadi PKM yang tadinya KKN bersifat wajib menjadi bersifat pilhan, sementara PKM bersifat wajib dan tanpa syarat sks berupa kegiatan dalam bentuk Merdeka Belajar Kampus Belajar (MBKM).(yogie)