[:id]BKD dan Kontrak Kinerja[:en]BKD and Performance Contract[:]

[:id]BKD dan Kontrak Kinerja Universitas, yang diturunkan ke Fakultas, selanjutnya diturunkan ke Jurusan dan para dosen adalah merupakan suatu keniscayaan. Di dalam melaksanakan suatu amanah serta tanggung jawab, suatu target serta planning harus selalu diperhatikan. Tidak terkecuali dengan Fakultas Mipa dan turunannya, yaitu Dekanat, Jurusan dan sebagai pelaku serta penyedia hasil adalah dosen dibantu oleh tenaga kependidikan.

Fakultas Mipa mendapatkan kontrak kinerja dari Universitas. Yang biasanya paling disoroti adalah publikasi, karena hal ini juga merupakan program dan unggulan dari Kemenristekdikti. Indonesia saat ini sudah berada nomer 3 untuk tingkat Asean. Tahun tahun sebelumnya selalu ada di tingkat 4 atau dibawahnya. Saat ini sudah bisa mengungguli Thailand dalam hal jumlah publikasi.

Tentunya kita semua bangga pada satu sisi, namun juga menjadikan tantangan yang baru disisi lainnya. Untuk mewujudkan iklim publikasi, tidaklah hanya semata-mata kemauan dan kemampuan menulis. Namun juga kemauan dan kamampuan tentang tersedianya sesuatu yang bisa ditulis. Untuk bisa mendapatkan sesuatu yang bisa ditulis, tentuanya harus ada bahan yang bisa ditulis. Nah bahan yang bisa ditulis, tentuanya merupakan suatu data yang keabsahan dan ke validannya bisa diakui, tidak saja oleh ilmuwan dalam negri, tetapi juga oleh ilmuwan luar negri. Apakah yang menyebabkan suatu data itu bisa diakui? Tentunya adalah meliputi permasalahan yang diteliti, alat laboratorium untuk meneliti serta metodologi yang bisa diterima. Permasalahan dan metodologi bisa didapat dan dipelajari, namun alat laboratorium tidak bisa dipungkiri, harus bisa menghasilkan data yang bisa dipercaya.

Fakultas MIPA, merupakan Fakultas yang memang dari namanya, sudah merupakan kumpulan staf pengajar/dosen yang mempelajari alam dan matematika. Ada yang bisa dengan cara biasa bisa mendapatkan data yang bisa dipercaya oleh kalangan internasional, yaitu yang berbasiskan oleh kondisi alam yang memang tidak sama dengan kondisi luar negri. Hal hal ini yang mestinya perlu untuk banyak di explore oleh kalangan staf/dosen MIPA. Kondisi yang lainnya adalah kondisi yang bersifat general, yaitu bisa mendapatkan data yang valid jika mempunyai perlatan yang standard dengan laboratorium di luar negri, atau di institusi lain yang ada di Indonesia. Tentunya ini akan memerlukan waktu dan biaya, kaena harus antri untuk analisis data. Untuk kondisi yang seperti ini, kita bersyukur karena adanya hibah laboratorium. Semoga dengan adanya hibah ini, kondisi ini dapat lebih memicu lagi penelitian dan publikasi yang bersifat general. Hal ini pada gilrannya juga akan menaikkan publikasi FMIPA, UB dan Indonesia. Semoga program yang dicanangkan oleh induk kita, yaitu Unversitas Brawijaya dan Kemenristekdikti, bisa kita laksanakan dengan semaksimal mungkin dan sebaik baiknya. (Dekan FMIPA UB)[:en]BKD and Performance Contract of the University, which was handed down to the Faculty, further downgraded to the Department and the lecturers is a necessity. In carrying out a mandate and responsibility, a target and planning must always be considered. No exception to the Faculty of Mipa and its derivatives, namely Dean, Department and as the perpetrator as well as the provider of the results is a lecturer assisted by educational personnel.

Faculty of Mipa awarded a performance contract from the University. The most frequently highlighted is the publication, as it is also the program and flagship of Kemenristekdikti. Indonesia is currently number 3 for the Asean level. The previous year was always at level 4 or below. Currently it can surpass Thailand in terms of number of publications.

Of course we are all proud on one side, but also make new challenges on the other side. To realize the climate of publication, it is not merely the will and the ability to write. But also willingness and ability about the availability of something that can be written. To be able to get something that can be written, there must be some material that can be written. Now the material that can be written, it is a data that validity and validation can be recognized, not only by scientists in the country, but also by foreign scientists. What causes the data to be acknowledged? Of course, it includes the problems studied, laboratory tools for researching and acceptable methodologies. Problems and methodologies can be obtained and studied, but laboratory tools can not be denied, this should be able to produce reliable data.

Faculty of Mathematics and Natural Sciences, is a faculty that is from its name, is already a collection of teaching staff / lecturers who study nature and mathematics. There can be a normal way to get data that can be trusted by the international community, which is based on natural conditions that are not the same with the condition overseas. This thing that should be needed to many in the explore by the staff / lecturer MIPA. Other conditions are general conditions, which can obtain valid data if it has a standard equipment with laboratories abroad, or in other institutions in Indonesia. Obviously this will require time and cost, because they have to queue for data analysis. For such conditions, we are grateful for the existence of a laboratory grant. Hopefully with this grant, this condition can further trigger more research and publications that are general. It will also increase the publication of FMIPA, UB and Indonesia. Hopefully the program proclaimed by our parent, the University of Brawijaya and Kemenristekdikti, we can carry out with as much as possible and as well as good. (Dean)[:]

Close Menu