Mahasiswa FMIPA UB raih Creative Inventor di Korea Inventor Award Festival (KIAF) UB student achieved Creative Inventor at Korea Inventor Award Festival (KIAF) in 2015

gb1Baru-baru ini korea invention news (KINEWS) selaku organisasi penyelenggara Korea Inventor Award Festiva di Seoul, Korea Selatan, memberikan penghargaan creative inventor kepada Hadiatullah, Mahasiswa yang masih tercatat sebagai mahasiswa Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu pengetahuan Alam, Universitas Brawijaya, Malang. Atas invention atau penemuan yang ia ciptakan bersama tim nya ia mampu menjadikan ekstrak alga sebagai bahan utama pembuatan kertas dengan berbagai macam jenis.

Even yang dihelat di Grand Ballroom, Best Western Premier Seoul Garden Hotel, Seoul, Korea Selatan (13/12) diikuti oleh berbagai macam negara di Asia, dan ia merupakan satu-satunya perwakilan Indonesia dan berhasil mendapatkan penghargaan sebagai creative inventor dan penghargaan order of merit Environmental Science atas penemuan yang ia berikan nama “Super Paper”. gb1Recently Korea  Invention News (Kinews) as the hosting organization Korea Inventor Award Festival in Seoul, South Korea, reward creative inventors to Hadiatullah students of Mathematics and Natural Sciences UB, upon discovery that he created (with the team) were able to make algae extract as the main ingredient in the manufacture of various types of paper.

Event held at the Grand Ballroom, Best Western Premier Seoul Garden Hotel (December 13, 2015) with participants by various countries in Asia, and he is the only representative of Indonesia and managed to get the award for creative inventors and awards orders of merit Environmental Science on the discovery that he gave the name “Super Paper”. Penemuan yang ia ciptakan bersama timnya dilatar belakangi semakin maraknya kerusakan hutan di Indonesia yang disebabkan karena semakin meningkatnya angka penebangan kayu sebagai bahan pembuatan kertas, kondisi ini tentunya akan berdampak pada rusaknya ekosistem hutan dan dapat memperparah adanya global warming. Realita ini menginisiasi ia bersama timnya untuk mencari alternatif bahan pembuatan kertas yang memiliki kualitas super dan dapat digunakan oleh masyarakat sekitar. Dan akhirnya ia menjadikan ekstrak alga sebagai bahan dasar pembuatan kertas yang difermentasi dengan bakteri. Untuk menghasilkan beberapa variasi kertas, ditambahkan pulp dari limbah pelepah pisang dengan beberapa konsentrasi.

gb2Hadiatullah berharap semoga penemuan yang ia temukan bersama timnya dapat bermanfaat dan memberikan kontribusi  untuk Indonesia dalam melestarikan hutan dan mempertahankan icon Indonesia sebagai negara megabiodiversitas.Inventions created with the team because he saw the rampant deforestation in Indonesia, due to the increasing of logging as paper-making materials, this condition will certainly have an impact on the destruction of forest ecosystems and can exacerbate the global warming. This reality make he initiated to look for  alternative materials for paper that has a super quality and can be used lokal  communities.  And finally he makes extracts of algae as the raw material of paper making that fermented with bacteria. To produce multiple variations of the paper, added the pulp of banana waste with some concentration.

gb2Hadiatullah hope the discovery that he had found his team can benefit and contribute to Indonesia in the forest preserve, and maintain Indonesia icon as a country megabiodiversitas.

Close Menu