Memaknai Terbitnya OTK UB Tahun 2016Interpret the issuance of OTK UB 2016

PD 2aTahun 2016 adalah kado istimewa bagi Universitas Brawijaya dengan diterbitkannya Permenristekdikti Nomor 4 tahun 2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja UB. Setelah menunggu 21 tahun, sejak tahun 1995 OTK lama, akhirnya UB mendapatkan OTK baru yang lebih representatif sebagai sebuah organisasi pendidikan besar secara nasional. PD 2aIn 2016 Universitas Brawijaya got a special gift to the issuance Permenristekdikti No.  4 at year 2016 about Organization and Work Procedure (OTK) UB.  After waiting 21 years (since 1995), UB finally get a new OTK that more representative as a large educational organizations nationwide.Walaupun timbul kendala dalam implementasi OTK baru ini, misalnya yang paling sensitif adalah pengurangan jabatan struktural eselon III dan IV, namun UB berhasil melalui proses rearrangement yang proporsional dan meminimalisasi resiko, yang ditandai dengan pelantikan pejabat struktural yang baru pada Senin (25/4). Momentum ini sangat penting bagi Pimpinan UB baik di Rektorat maupun Fakultas untuk mengefektifkan organisasi dan mengefisienkan SDM dalam wadah organisasi yang baru.

Setidaknya ada 2 makna penting yang bisa kita persepsikan dalam hal terbitnya OTK tersebut yaitu pertama, kejelasan struktur dan personel yang mengisinya, secara otomatis akan memperjelas volume SDM yang akan mendapatkan remunerasi di UB beserta kelas jabatan dan nilai jabatannya. Kedua, OTK baru lebih mempertegas keberadaan organ-organ institusi UB yang ada sekarang sehingga suka atau tidak suka harus dilakukan standarisasi menyeluruh terhadap organ-organ tersebut. Jika terbitnya OTK ini melahirkan sebuah kesetimbangan baru maka kendali terhadap keadaan transisi yang muncul perlu dilakukan untuk meminimalkan ekses yang tidak diharapkan. Hal ini bisa diantisipasi dengan secepat mungkin membuat produk hukum delegatif (sebagai penerjemahan dari Permenristekdikti tersebut) yang memadai bagi terselenggaranya kehidupan berorganisasi dengan arah yang benar dalam konteks OTK baru tersebut.

Pengaturan lebih lanjut terkait dengan keberadaan Dewan Pertimbangan, fungsi senat sebagai senat akademik, kewenangan Rektor, kedudukan Lembaga dan Pusat yang ada dibawahnya, detail Badan Pengelola Usaha, struktur Fakultas dan kedudukan Program Studi dan Laboratorium sangatlah diperlukan dalam waktu cepat, setidaknya dalam jangka waktu setahun sebagai masa transisi. Semoga UB bisa lebih maju dan menjadi PTN bereputasi tingkat dunia sebagaimana visinya. [Wakil Dekan II FMIPA]. Although there are obstacles in the implementation of the new OTK, for example the most sensitive is the reduction of structural position echelon II and III, however Universitas Brawijaya managed through a process of rearrangement that is proportional and minimize the risks that are marked with the official inauguration of new structural Monday April 25, 2016. This moment is very important for UB Leaders at the University and Faculty to streamline the organization and streamline human resources in a new organization container.

There are at least two important meaning that we can perceive in terms of the publication of the new OTK: firstly, clarity of structure and personnel fill, automatically will clarify the volume of human resources will receive remuneration in UB along with the class position and the value of his, second, the new method could further reinforce the presence of organs UB existing institutions so like it or not to do a thorough standardization of the organs. If the publication of this OTK gave birth to a new harmony, then the control of the state transitions that appear to be done to minimize unexpected excess. It can be anticipated with as quickly as possible create derivative sufficient legal basis for the implementation of organizational life in the right direction in the context of the new OTK.  Hopefully Universitas Brawijaya could have advanced and become a reputable state universities as world-class vision. [FMIPA Vice Dean II]

Close Menu